Strategi 3 Fase Dilakukan Menteri Koperasi dan UKM Untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Terutama Koperasi

Posted on

Pagi teman-teman, bagaimana keadaan finansial kalian setelah 3 bulan harus melakukan segala sesuatu dari rumah saja akibat dari pandemi Covid-19? Pasti banyak ya yang mengalami penurunan drastis pada segi pendapatan keluarga, atau bahkan mengalami hal seperti saya harus menjual perhiasan untuk dapat mencukupi kebutuhan keluarga?

Dampak dari pandemi ini tidak hanya terjadi pada kita masyarakat Indonesia, tetapi juga pada masyarakat dunia. Menjaga kesehatan dan keamanan dari penyebaran virus penyakit sudah tentu jadi prioritas utama Pemerintah, tetapi menjaga stabilitas perekonomian juga wajib diperhatikan agar tidak terjadi resesi ekonomi.

Kunjungan kerja Menteri Koperasi dan UKM Indonesia
Kunjungan kerja Menteri Koperasi dan UKM Indonesia

Bagi pedagang maupun pemilik usaha seperti UKM, tentu pandemi ini sangat membuat mereka terpukul. Bahkan banyak juga orang yang menjadi pengangguran akibat PHK, sedangkan bagi mereka yang bertahan dalam menjalankan usaha harus memutar otak lebih keras agar tidak bangkrut.

Banyak pengerajin, penjual atau pelaku usaha  yang harus tetap membayar uang sewa tempat usaha setiap bulannya, membayar cicilan kredit usaha yang harus rutin dibayar. Sedangkan sejak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Pemerintah, banyak area umum ditutup bagi masyarakat, apalagi pasar.

Saudara saya di Ciamis ada yang jadi pedagang di pasar, jualan sayur, perabotan dapur, sampai yang jualan soto. Akibat di tutupnya pasar selama 1 hari saja sudah membuat mereka merugi banyak, apalagi penutupan sampai seminggu atau sebulan.

Meskipun selalu di bayangi penyebaran virus, tetapi mereka harus tetap berjualan agar tidak banyak merugi dan bisa menyambung hidup ditengah pandemi. Cuma ada dua pilihan bagi mereka, mati karena virus atau mati karena kelaparan.

Saat masyarakat tidak dapat leluasa melakukan aktivitas perekonomian, para pengusaha, pedagang, pengerajin dan masyarakat lainnya mengalami penurunan penghasilan. Disini Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk menstabilkan perekonomian nasional, salah satunya dengan membuat kebijakan penundaan angsuran atau relaksasi kredit.

Kebijakan relaksasi yang diberikan berupa restrukturisasi pinjaman atau pembiayaan bagi Koperasi. Pada masa pandemi Covid-19 ini, sudah tentu menjadi angin segar bagi anggota Koperasi di Indonesia. Restrukturisasi pinjaman menjadi hal penting untuk mengurangi beban ekonomi masyarakat, khususnya anggota Koperasi yang terdampak Covid-19 di tahun 2020.

Kebijakan Yang Dilakukan Menteri Koperasi dan UKM Untuk Membantu Membangkitkan Perekonomian Nasional

Menteri Koperasi dan UKM telah mengeluarkan kebijakan restrukturisasi pinjaman atau pembiayaan yang tertuang dalam Keputusan Menteri Koperasi dan UKM Nomor 15 Tahun 2020 tentang Restrukturisasi Pinjaman/Pembiayaan Kepada Koperasi dan UKM Penerima Dana Bergulir Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) pada bulan April 2020 sebagai langkah antisipasi dampak Corona di tanah air.

Tempat umum dan pasar wajib mengikuti protokol kesehatan
Hadapi New Normal, tempat umum dan pasar wajib mengikuti protokol kesehatan.

Ada 3 (tiga) fase tahapan yang disiapkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM untuk LPDB-KUMKM dalam mengatasi masalah permodalan, khususnya untuk koperasi dan UMKM (KUMKM) mitra LPDB-KUMKM.

1. Fase Tanggap Bencana (Induksi). Dalam fase induksi ini seluruh aktivitas ekonomi terhambat akibat diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sehingga langkah yang diambil adalah dengan memberikan restrukturisasi pinjaman/pembiayaan kepada mitra LPDB-KUMKM maksimal selama 12 (dua belas) bulan terhadap mitra yang kondisinya lancar dan kurang lancar untuk memastikan menjaga likuiditas koperasi khususnya yang bergerak di sektor simpan pinjam.

Diharapkan dengan adanya program restrukturisasi yang telah dilakukan LPDB-KUMKM, Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dapat juga melakukan penangguhan pembayaran pokok dan bunga kepada anggota, dan bagi UKM yang ditetapkan dalam program ini juga dapat melakukan inovasi terhadap kebutuhan tertentu yang meningkat selama pandemi Covid-19.

2. Fase Pemulihan Ekonomi. Kemenkop UKM telah menyiapkan dana sebesar Rp1 Triliun untuk pinjaman/pembiayaan kepada sektor usaha simpan pinjam, dengan bunga 3% menurun, atau sekitar 1,5% flat per tahun. Dana tersebut disiapkan dengan sasaran target penerima sebanyak 266 koperasi untuk dapat memberikan pinjaman murah kepada 4,8 juta UMKM anggota koperasinya.

Harapannya, dengan adanya program ini pemulihan ekonomi dapat berjalan dengan baik dan seluruh pelaku KUMKM dapat segera pulih mengikuti perkembangan new normal.

3. Fase Penumbuhan Ekonomi. Untuk mempersiapkan fase ini, kita sedang melakukan persiapan pengharmonisasian peraturan tentang LPDB-KUMKM untuk merelaksasi kriteria dan persyaratan penyaluran pinjaman/pembiayaan. Di antaranya fokus sasaran LPDB-KUMKM khusus kepada KUMKM strategis prioritas pemerintah, pemangkasan persyaratan, kemudahan persyaratan serta penugasan untuk melakukan kerjasama dengan inkubator wirausaha dan pendampingan bagi startup, wirausaha pemula dan KUMKM.

Dengan adanya LPDB-KUMKM yang baru ke depan, diharapkan seluruh KUMKM yang layak dapat lebih mudah mengakses pinjaman atau pembiayaan dana bergulir dan lebih murah. Hal ini sebagai upaya meningkatkan daya saing pelaku KUMKM.

Kunjungan Teten Masduki ke Koppas Kranggan

Pada hari Jum’at (19/06/2020) Menteri Koperasi dan UKM Indonesia, Teten Masduki melakukan Kunjungan Kerja ke Koppas Kranggan, Bekasi. Menyerahkan 4000 masker dan juga 2 galon disinfektan untuk digunakan sebagai alat kesehatan mencegah penyebaran virus di lingkungan pasar yang padat pengunjung.

Pemberian bantuan masker dan disinfektan
Pemberian bantuan 4000 masker dan 2 galon disinfektan

Selain itu, Teten Masduki juga menjelaskan, agar seluruh pihak dapat bersinergi memastikan pelaksanaan kebijakan fase pertama sudah dapat diaplikasikan di lapangan. Ini menjadi fase pertama kebijakan relaksasi pemerintah, KUMKM yang menerima dana bergulir akan diberikan relaksasi kebijakan berupa restrukturisasi pinjaman maksimal lamanya 12 bulan.

Hal ini diharapkan cukup untuk membantu cash flow setiap koperasi paling tidak untuk bertahan selama terjadinya PSBB. Kunjungan kerja ke Koppas Kranggan tersebut juga merupakan rangkaian acara dalam rangka menyambut Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-73, yang sebelumnya diawali dengan mengunjungi mitra Koppas Cempaka Putih di Jakarta Pusat.

Koppas Kranggan telah mendapat pinjaman atau pembiayaan dana bergulir yang merupakan program dari Kementerian Koperasi dan UKM sebanyak 3 (tiga) kali sejak tahun 2011 hingga tahun 2020, dengan total plafond pinjaman sebesar Rp30 Miliar. Kedua pinjaman tersebut telah lunas, dan hanya satu pinjaman lagi dengan kolektibilitas lancar yang mendapat restrukturisasi pinjaman.

Koperasi yang memiliki 32.000 anggota dengan 6 (enam) kantor cabang dan 4 unit  usaha di Bekasi ini diberikan penundaan pembayaran angsuran pokok dan bunga dengan jangka waktu 12 bulan ke depan. Dengan adanya kelonggaran pembayaran angsuran pokok dan jasa ini, diharapkan Koppas Kranggan mampu bertahan menghadapi kesulitan pada saat pandemi, terutama untuk melakukan pengelolaan dana pinjaman untuk kepentingan anggota koperasi.

Hingga saat ini terdapat 40 Mitra LPDB-KUMKM yang memenuhi persyaratan mendapatkan fasilitas restrukturisasi pinjaman atau pembiayaan, dengan total nilai outstanding sebesar Rp149,1 Miliar yang terdiri dari 30 Koperasi dan 10 UKM.

Koppas Kranggan, Bekasi
Koppas Kranggan, Bekasi hadapi New Normal.

Koppas Kranggan saat ini juga tengah menunggu proses persetujuan pinjaman/pembiayaan dari proposal pinjaman yang baru saja diterima LPDB-KUMKM pada April 2020 lalu. Harapannya, peran dan kontribusi Koppas Kranggan dapat terus ditingkatkan meskipun dalam kondisi pandemi agar pelayanan dan keberhasilan Koppas Kranggan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, terutama para anggotanya.

Spread the love

9 thoughts on “Strategi 3 Fase Dilakukan Menteri Koperasi dan UKM Untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Terutama Koperasi

  1. Menurut aku penting banget emang percepatan pemulihan ekonomi biar kehidupan berjalan dengan lancar lagi. Namun perlu banget kita awasi jalannya ekonomi dengan lancar biar UKM pun bisa tumbuh lebih baik lagi.

  2. Alhamdulillah kalau menteri koperasi turun tangan. UKM lebih aman simpan pinjam lewat koperasi, akadnya lebih banyak syar’inya daripada ribanya ya Kak

  3. pandemi memang berdampak sekali pada umkm yang dipunyai masyarakat yg ada d desa2 atau masyarakat kecil, pemulihan ekonomi dr koperasi ini betul2 semoga membantu agar lekas pulih dan kembali mendapatkan pendapatan

  4. Merosotnya pendapatan dimasa wabah Pandemi ini semua turut mengalaminya ya. Tidak hanya UMKM saja, pada keluarga-keluarga yang tidak mampu malah makin terpuruk. Tetapi dengan adanya strategi ini UMKM semakin terbantu ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *