Ketahui 10 Risiko Akibat Kelahiran Prematur Pada Anak

Diposting pada

Tahukah Bunda, menurut riset dari organisasi kesehatan dunia (WHO), 1 dari 10 anak lahir prematur. Setiap tahun diperkirakan 15 juta anak di seluruh dunia lahir sebelum waktunya. Kelahiran prematur didefinisikan sebagai kelahiran pada usia kurang dari 37 minggu. Saat ini, Indonesia menempati peringkat ke- 5 kelahiran prematur tertinggi di dunia loh.

Adik saya adalah salah satu contoh anak yang terlahir dengan kondisi prematur, dan ternyata memang banyak tantangan yang dialami oleh orang tua saya dalam merawat dan membesarkannya. Pada kasus adik saya, dia mengalami stunting dan gangguan pendengaran akibat dari penanganan kesehatan yang kurang baik saat tumbuh kembangnya dulu.

Bertepatan dengan Hari Prematur Sedunia #WorldPrematurityDay yang jatuh pada 17 November, tahun ini mengusung tema “Zero Separation, ACT NOW!“, Danone Specialized Nutrition Indonesia mengadakan #BicaraGizi “Tantangan dan Penanganan Kesehatan bagi Ibu dan Anak Kelahiran Prematur” dengan harapan agar kedepannya orang tua bisa lebih teredukasi tentang perawatan anak prematur dan mampu mengambil langkah tepat agar tumbuh kembangnya optimal.

Dengan narasumber yang berikan informasi terbaik mengenai penanganan kelahiran anak prematur, seperti:
1. Dr. dr . Rima Irwinda, Sp.OG(K)
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Konsultan Fetomaternal; dan
2. Dr. dr. Putri Maharani TM, Sp. A (K) Dokter Spesialis Anak, Konsultan Neonatologi

Danone Specialized Nutrition mengadakan webinar World Prematurity Day
Danone Specialized Nutrition mengadakan webinar World Prematurity Day

Pentingnya Memahami Faktor Risiko Kelahiran Prematur

Seperti kita ketahui bersama, kalau anak yang lahir secara prematur memiliki risiko lebih tinggi lahir dengan masalah kesehatan serius dan jangka panjang. Mengedukasi kita para orang tua usia produktif untuk bisa lebih berhati-hati terhadap kandungan. Tidak ada orang tua yang ingin anaknya terlahir prematur, semua ibu ingin anaknya terlahir cukup umur.

Selain si Kecil, Ibu juga perlu mendapatkan perhatian untuk memulihkan diri. Ibu yang melahirkan prematur memiliki kekhawatiran berlebih, stres, dan juga kelelahan karena si kecil harus diperhatikan lebih ekstra.

Yuk jadi bagian dari support sistem ibu dan anak dengan kelahiran prematur, dengan memiliki pengetahuan mengenai tantangan dan penanganan kesehatan kelahiran prematur bagi Ibu dan si Kecil sebagai langkah intervensi tepat bagi keduanya untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil agar optimal.

Mempunyai anak prematur sungguh tak mudah Bunda, kesabaran orang tua benar-benar diuji, terlebih anak harus dirawat insentif di NICU dalam kurun waktu tertentu sampai organnya mampu beradaptasi dengan dunia. Bahkan tidak sedikit orang tua harus merelakan kepergian anaknya yang begitu cepat karena tidak mampu mengejar pertumbuhan di awal kehidupannya.

Penyebab kelahiran prematur
Penyebab kelahiran prematur

Berikut ini faktor risiko dan penyebab kelahiran prematur :

1. Riwayat kehamilan sebelumnya, seperti :
📌 Ibu pernah melahirkan prematur pada kehamilan sebelumnya.
📌 Ada riwayat melahirkan secara caesar.
📌 Pernah cedera pada kelahiran sebelumnya.

2. Kondisi kehamilan ibu, meliputi:
📌 Memiliki riwayat penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi, anemia dan lain-lain;
📌 Mengandung lebih dari 1 janin.
📌 Kondisi serviks pendek.
📌 ibu mengalami infeksi dan pendarahan pada vagina
📌 Hamil di usia di bawah 20 tahun dan di atas 40 tahun.

3. Gaya hidup pada ibu hamil, meliputi:
📌 Kurang gizi, bisa akibat dari pola diet yang salah.
📌 Berat badan ibu terlalu rendah sebelum hamil.
📌 Merokok, mengonsumsi minuman beralkohol dan juga menggunakan obat-obatan terlarang selama kehamilan, bisa jadi pemicu kelahiran anak secara prematur.

Resiko Kesehatan Pada Anak yang Terlahir Prematur

Kelahiran prematur memberikan risiko kesehatan anak, seperti:
1) Retinopathy of Preamturity (rentan kebutaan)
2) Extrauterime Growth Restriction (pertumbuhan tidak memadai selama rawat inap)
3) Osteopenita of Preamturity (Komposisi tulang yang gampang patah)
5) Anemia of Prematurity
6) Necrotizing Enterocolitis (ketidakmatangan saluran cerna)
7) Gangguan pendengaran
8) Pendarahan intraventrikular
9) Gangguan Neurodevelopment (perkembangan syaraf)
10) Respiratory Distress Syndrom/Bronchopulmonary dysplasia (BPD)

Jadi, anak yang lahir prematur punya resiko lebih tinggi pada kesehatan dan tumbuh kembangnya, sehingga perlu pemantauan khusus agar tumbuh kembangnya bisa optimal.

Penanganan Kesehatan Pada Anak Dengan Kelahiran Prematur

Disampaikan oleh narasumber dr. Rima Irwinda, SPOG(K) dan dr. Putri Maharani, SpA(K). kesulitan utama merawat anak prematur yaitu perawatannya yang susah sebab organnya yang belum berkembang sempurna.

Bunda, jangan membandingkan perkembangan anak yang lahir prematur dengan anak yang lahir cukup bulan, harus dilihat usia koreksinya (usia kandungan saat dilahirkan).

Untuk itu, orang tua diminta untuk menjalankan development care, dalam penanganan anak yang terlahir dengan kondisi prematur, seperti:
1. Memberikan ASI
2. Pemenuhan nutrisi
3. Bonding time
4. Dukungan keluarga
5. Pemantauan berkala
6. Stimulasi dini
7. Perawatan khusus

Tahukah Bunda bahwa bonding dapat membantu pertumbuhan Si Kecil yang terlahir prematur?

Yuk cari tahu penanganan terhadap anak yang terlahir prematur
Yuk cari tahu penanganan terhadap anak yang terlahir prematur

Nah Bun, Si Kecil yang terlahir prematur memang akan menghabiskan banyak waktu di NICU untuk menerima perawatan medis. Namun, bukan berarti Bunda tidak dapat melakukan bonding dengan mereka ya.

Ada 3 tahap penting penanganan kesehatan terhadap kelahiran prematur :

1. Proses kelahiran, sebagai orang tua hendaknya lakukan hal berikut:
• Pilih rumah sakit yang sesuai dengan kondisi janin yang akan dilahirkan dan mampu memberikan pelayanan optimal dalam perawatan anak yang lahir dengan kondisi prematur.
• Karena penanganan di awal kelahiran sangat menentukan masa depan anak, tak jarang gangguan pernafasan sering dialami anak yang lahir prematur, maka harus ditangani dengan baik.

2. Perawatan yang harus ada di RS untuk penanganan anak yang terlahir prematur, yaitu:
• NICU Gentle Care : membuat kondisi anak senyaman mungkin.
• Covering incubator : ada suasana gelap seperti dalam kandungan, agar anak tumbuh dengan baik.

Tahukah Bunda bahwa bonding dapat membantu pertumbuhan Si Kecil yang terlahir prematur?

Kontak langsung yang dilakukan secara berulang-ulang seperti sentuhan, pelukan, mengobrol, bernyanyi, dan melakukan ekspresi wajah yang lucu dapat menstimulasi otak untuk memproduksi hormon serta zat kimia yang membuat Si Kecil bertumbuh secara fisik dan emosional.

Selain itu, bonding juga dapat membuat Si Kecil merasa dicintai, aman, dan nyaman serta membangun hubungan erat orang tua dan anak sejak sedini mungkin.

Jadi Bunda, berikut ini bonding dan penanganan kesehatan bagi anak yang terlahir prematur yang wajib kita lakukan ya :
1) Lakukan Nesting, yaitu bonding anak dengan posisi dipeluk, sehingga anak  merasa seperti masih dalam kandungan.
2) Ingat, pemberian ASI adalah pemenuhan kebutuhan nutrisi terbaik bagi anak.
3) Gunakan metode Kangaroo Mother Care (KMC).

Jangan khawatir Bunda, anak yang terlahir prematur bisa kok bertahan dan hidup secara normal, bahkan berprestasi loh, apalagi kalau kita bisa lakukan penanganan terbaik dan mengejar pertumbuhan mereka.

Yuk semangat untuk berikan dukungan dan ciptakan support sistem bagi orang tua dengan anak dengan kelahiran prematur 🙂 . Buat kalian yang masih mencari info lebih lanjut tentang deteksi dini kelahiran prematur, bisa langsung cek website www.nutriclub.co.id atau kunjungi Instagram @nutriclub_id dengan hastag #WorldPrematurityDay

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *