Perkembangan dan Transformasi Ekonomi Digital Indonesia

Posted on

Pagi Bunda, siapa nih yang masih simpan banyak uang receh di dompet tapi saat transaksi tetap saja itu duit koin tidak terpakai dan terus numpuk di dompet. Perhatikan ga sih kalau belanja di mini market, yang kita pikir harganya lebih murah, tetapi saat dijumlah di kasir ternyata uang tunai yang harus dikeluarkan tak jauh bedanya dengan belanja di warung dekat rumah?

Intinya sih belanja di mini market ataupun supermarket sebenarnya gak jauh beda harganya kalau dibandingkan dengan belanja di warung-warung kecil dekat rumah. Kecuali kita beli secara grosir di pasar atau di market besar.

Diskusi Pertumbuhan Ekonomi Digital
Diskusi Pertumbuhan Ekonomi Digital

Tapi sejak 4 tahun kebelakang ini, transaksi masyarakat semakin dipermudah dengan adanya banyak e-wallet, misalnya OVO, DANA, GOPAY, LinkAja dan masih banyak yang lainnya. Kalau kalian gunakan yang mana nih teman-teman? Kalau saya pribadi menggunakan semuanya 🙂 soalnya promo dan diskon khusus yang ditawarkan beragam di setiap jenis e-wallet.

Hanya dengan satu smartphone, kita bisa punya banyak akun e-wallet, top up-nya mudah dan kita gak khawatir uang tercecer di mana-mana. Saat lakukan transaksi pembayaran, uang yang dikeluarkan sesuai sampai nominal rupiah yang tertera di meja kasir, cukup tap atau scan.

Kalau kemarin-kemarin nih, setiap merchant atau market harus punya mesin EDC setiap e-wallet yang bekerja sama. Mulai akhir tahun 2019 lalu Bank Indonesia mulai menerapkan QRIS loh untuk mempermudah penggunaan e-wallet saat masyarakat bertransaksi.

Rabu, 11 Maret 2020 saya mengadiri acara Digital Transformation for Indonesian Economic dengan tema yang dibahas “Finding The New Business Models”. Mendengarkan pemaparan para ahli ekonomi bersama Tempo Grup.

Acara dibuka oleh Bapak Toriq Hadad, Direktur Utama Tempo Media Grup; Bapak Kartika Wirjoatmodjo selaku Wakil Menteri BUMN; dan Bapak Perry Warjiyo selaku Gubernur BI.

Toriq Hadad, Direktur Utama Tempo Media Grup
Toriq Hadad, Direktur Utama Tempo Media Grup
Bapak Kartika Wirjoatmodjo selaku Wakil Menteri BUMN
Bapak Kartika Wirjoatmodjo selaku Wakil Menteri BUMN
Bapak Perry Warjiyo selaku Gubernur BI
Bapak Perry Warjiyo selaku Gubernur BI

Kreativitas dan inovasi di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) saat ini semakin jauh merambah ke berbagai bidang kehidupan, tak terkecuali di sektor finansial.

Tidak dipungkiri ada disrupsi yang terjadi pada fungsi-fungsi konvensional saat penggunaan teknologi digital mulai disosialisasikan. Pengunaan teknologi dalam bidang keuangan ini meningkat dengan cepat dan tak terelakkan, dan perlu adanya pengawasan ketat dari Pemerintah dalam perkembangan dan transformasi ekonomi digital Indonesia.

Digital Transformation for Indonesian Economic, “Finding The New Business Models”

Hadir panelis ahli di diskusi pertama, yaitu :
1. Filianingsih Hendarta, kepala DKSP BI,
2. Indra Utoyo Managing Director Digital IT; Operation PT. BRI,
3. Karaniya Dharmasaputra CEO OVO,
4. Moderator Tomi Aryanto Dir. Info Media Digital Tempo

Panelis diskusi pertama
Panelis diskusi pertama

Bank Indonesia menerapkan Bank Sentral 4.0 dan merilis report Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025 (BSPI 2025). Sebagai salah satu strategi dan dukungan penuh terhadap upaya membangun ekosistem yang sehat.

Sebagai pemandu perkembangan ekonomi dan keuangan digital di Indonesia. Pada Blueprint yang disusun, terdapat lima visi utama SPI 2025. Visi tersebut antara lain:

1. Mendukung integrasi ekonomi keuangan digital nasional sehingga menjamin fungsi bank sentral dalam proses peredaran uang, kebijakan moneter, dan stabilitas sistem keuangan, serta mendukung inklusi keuangan.

2. Mendukung digitalisasi perbankan sebagai lembaga utama dalam ekonomi keuangan digital melalui open banking maupun pemanfaatan teknologi digital dan data dalam bisnis keuangan.

3. Menjamin interlink antara fintek dengan perbankan untuk menghindari risiko shadow banking melalui pengaturan teknologi digital seperti application programming interface, kerjasama bisnis, maupun kepemilikan perusahaan.

4. Menjamin keseimbangan antara inovasi dengan consumers protection, integritas dan stabilitas serta persaingan usaha yang sehat.

5. Menjamin kepentingan nasional dalam ekonomi keuangan digital antar negara melalui kewajiban pemrosesan semua transaksi domestik di dalam negeri dan kerjasama penyelenggara asing dengan domestik, dengan memperhatikan prinsip resiprokalitas.

Diharapkan sinergi dan peran serta pemerintah dalam bidang ekonomi dan bisnis digital ini dapat membantu perkembangan ekonomi terutama bangkitnya UMKM.

Perkenalkan platform terbaru dari Tempo Grup "Orbitin"
Perkenalkan platform terbaru dari Tempo Grup “Orbitin”

Pada kesempatan ini perkenalkan juga Orbitin. Anak usaha Tempo, PT Info Media Digital (IMD) memperluas cakupan bisnis digitalnya ke pengembangan usaha kecil dengan membangun perusahaan rintisan (start up) Orbitin. Platform Orbitin ini diperuntukkan untuk mempromosikan dan mengembangkan usaha-usaha kecil atau UMKM.

Semoga platform ini dapat membantu banyak UMKM dan generasi muda dalam memulai usaha mereka, sehingga perekonomian Indonesia dapat bangkit dan maju.

Spread the love

2 thoughts on “Perkembangan dan Transformasi Ekonomi Digital Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *