Peringatan Hari Prematur Sedunia – Sarihusada Mengajak Bunda Untuk Dukung Anak (yang) Lahir Prematur Agar Tumbuh Optimal

Posted on

Pagi moms, membahas mengenai bayi dengan kelahiran prematur, membuat saya teringat pada adik saya. Emmy terlahir secara prematur di usia kandungan Ibu 35 minggu, tubuhnya kecil, sangat rentan dan sampai harus masuk inkubator selama 3 minggu.

Informasi yang kurang dari dokter, membuat Ibu saya tidak paham bagaimana untuk dukung anak yang lahir prematur agar tumbuh secara optimal. Saat dewasa adik saya tumbuh tidak optimal, kalau sekarang di sebutnya stunting atau memiliki fisik tubuh pendek, tidak sesuai dengan usianya.

prematur bukan halangan
Emmy (paling kiri) beda usia hanya 2 tahun dari saya, terlahir prematur.

“Anak yang terlahir prematur memerlukan perhatian khusus, lakukan screening untuk pahami risiko pada pertumbuhannya kelak,” ungkap dr Putri Maharani Tristanita Marsubrik, SpA (K), dokter anak konsultan neonatalogi di RSCM Jakarta, pada acara Bicara Gizi dengan tema “Dukung Si Kecil yang Lahir Prematur untuk Tumbuh Kembang Optimal” di Jakarta (17/11/2018).

Bicara Gizi bersama Nutricia Sarihusada

dukung anak lahir prematur
Bicara Gizi membahas World Prematurity Day

Secara fisik moms, bayi yang terlahir prematur sudah terlihat berbeda dari bayi yang lahir normal. Biasanya nih, mereka bertubuh kecil dengan ukuran kepala yang agak besar, dan ukuran badan juga kepalanya terlihat tidak proporsional.

prematur bukan halangan
Bersama dr Putri Maharani Tristanita Marsubrik, SpA (K) membahas mengenai anak yang lahir prematur.

Bersama beberapa moms yang peduli dengan bayi lahir prematur, Mama Azzam mendapat banyak penjelasan mengenai cara merawat dan juga menghadapi segelintir masyarakat yang memandang iba pada anak lahir prematur. Joana Alexandra, Social Media Influencer Moms, berbagi cerita bagaimana menghadapi dan merawat anak ke-4 nya yang terakhir prematur.

dukung anak lahir prematur
Joana Alexandra berbagi pengalaman dalam membesarkan anak ke-4 nya yang terlahir prematur. 

Awalnya moms, Joana kaget dan tidak menyangka akan melahirkan prematur, karena ketiga anak lainnya terakhir normal. Tetapi berkat keteguhan hati dan dukungan keluarga, ia mampu mendukung tumbuh kembang anaknya secara optimal. Kalau moms bisa tenang dalam menghadapi permasalahan, anak kita juga akan merasakan energi positif yang dibawa orangtua-nya dan mampu tumbuh dengan baik.

Penjelasan dr. Putri Maharani Tristanita Marsubrik, SpA (K), dokter anak konsultan neonatalogi di RSCM Jakarta, mengenai ciri-ciri lain pada bayi prematur, seperti :
1. Kurang memiliki refleks untuk mengisap dan menelan, sehingga menyebabkan mereka susah makan.
2. Diselimuti bulu halus (lanugo) yang tumbuh lebat di sekujur tubuh.
3. Sorot matanya tajam. Bentuk matanya tidak sebulat bayi normal karena kekurangan lemak tubuh.
4. Pernapasan terganggu dan suhu tubuh rendah saat dilahirkan.

Kelahiran prematur adalah kelahiran yang terjadi pada tiga minggu atau lebih sebelum waktu kelahiran normal. Pada kondisi normal, kelahiran akan terjadi setelah kandungan berusia 40 minggu. Dengan kata lain, sebuah kelahiran disebut prematur jika kelahiran itu terjadi pada minggu ke-37 kehamilan atau lebih awal.

Pengertian dari kelahiran prematur secara umum adalah bayi yang lahir dengan bobot kelahiran kurang dari 2500gr moms. Bayi dengan proses lahir prematur memiliki risiko kesehatan dan tumbuh kembang, namun dengan dukungan yang baik dan pemberian nutrisi yang tepat, si kecil bisa tumbuh kembang secara optimal, bahkan bisa menjadi orang pintar dan sukses.

Yuk penuhi nutrisi bayi terlahir prematur dengan memperhatikan hal berikut tweeps agar kita bisa lakukan hal terbaik dalam usia koreksi agar pertumbuhan si kecil bisa optimal.

Seandainya adik saya saat itu bisa mendapatkan dukungan yang optimal dalam pertumbuhannya, pasti dia bisa tumbuh normal dengan tinggi yang proporsional sesuai dengan usianya. STOP dengan segala penyesalan, setidaknya sekarang saya lebih tahu dan kedepannya semua moms bisa melakukan yang terbaik untuk mendukung bunda lain yang memiliki anak yang terlahir prematur.

Ingat moms, anak yang lahir prematur bisa tumbuh kembang secara optimal kalau diberi cukup gizi, moms rajin melakukan stimulasi yang baik, kontrol rutin ke dokter dan jangan lupa untuk lakukan imunisasi yang lengkap.

Penyebab dan Faktor Risiko Kelahiran Bayi Prematur

Kelahiran prematur bisa disebabkan oleh banyak faktor moms, pada kebanyakan kasus, kelahiran prematur terjadi secara spontan tanpa diketahui penyebabnya secara jelas. Tapi ada beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan kelahiran prematur, antara lain pecah ketuban dini, pendarahan pada saat kehamilan, ibu yang hipertensi pada saat hamil, serta serviks yang lemah atau tidak kompeten.

Berikut ini moms, adalah beberapa faktor yang meningkatkan risiko kelahiran prematur :
1. Ibu yang merokok, baik sebelum maupun saat hamil.
2. Ibu yang mengalami kekurangan atau kelebihan berat badan sebelum hamil.
3. Persiapan kehamilan yang kurang baik atau kurang nutrisi.
4. Adanya gangguan kesehatan seperti tekanan darah tinggi dan diabetes.
5. Ibu yang mengonsumsi alkohol atau menggunakan narkoba selama masa kehamilan.
6. Mengandung bayi kembar dua, tiga, atau kelipatannya.
7. Jeda kehamilan yang sangat singkat dari kehamilan sebelumnya.
8. Pernah melahirkan prematur, keguguran, atau melakukan aborsi.
9. Ibu yang stres akibat banyak pikiran.
10. Memiliki masalah pada rahim, serviks, atau plasenta.
11. Mengalami infeksi cairan ketuban atau sistem reproduksi.
12. Kehamilan melalui vitro fertilization (pembuahan di luar rahim).

Bayi prematur kemungkinan akan mengalami sejumlah gangguan pada organ tubuh seperti jantung, otak, darah, serta gangguan sistem pernapasan, sistem pencernaan, sistem metabolisme, kekebalan tubuh, dan kesulitan mengendalikan suhu tubuh. Bayi prematur juga berpotensi mengalami penyakit kuning karena organ hati yang belum matang.

Pada sejumlah kasus, bayi prematur mengalami komplikasi jangka panjang seperti lumpuh otak (gangguan gerak, bentuk otot, dan postur badan), gangguan keterampilan kognitif, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, masalah pada gigi, gangguan psikologis, sampai yang paling parah adalah sindrom kematian bayi mendadak.

Yups, terbukti ya moms, kalau rokok itu adalah musuh utama bagi kesehatan kita dan keluarga. Ibu saya bukan perokok, tetapi karena Ayah dan juga lingkungan sekitar yang suka sekali merokok membuat ibu hamil terpapar dan mengakibatkan janin bermasalah, sampai terlahir prematur. Stop merokok, jangan biarkan asap rokok merusak pertumbuhan janin yang baru mau tumbuh kembang.

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *