Peringatan Hari AIDS Sedunia Bersama Napi Lapas Narkotika #AdaObatAdaJalan

Posted on

Dalam memperingati Hari AIDS Sedunia, Kementrian Kesehatan RI bersama Lapas Narkotika mengadakan penyuluhan dan juga edukasi kepada masyarakat, terutama Netizen mengenai kehidupan ODHA di dalam Lapas Narkotika tingkat-II Cipinang, Jakarta Timur, juga menyebar luaskan informasi yang tepat mengenai HIV AIDS, terutama fakta kalau HIV ada obatnya yaitu ARV.

ODHA di lapas narkotika
Ada obat ada jalan bagi ODHA di lapas narkotika.

Seperti kita ketahui ya moms, pengguna narkoba memiliki peluang terbesar untuk terinfeksi HIV AIDS, karena mereka aktif menggunakan jarum suntik yang tidak steril secara bergantian tanpa menyadari kalau salah satu dari mereka ada yang sudah terinfeksi virus HIV dan menyebarkan kepada pengguna narkoba lainnya, juga kepada keluarga terdekat terutama pasangan hubungan seksual.

Banyak dari kita, masyarakat luas yang berfikiran kalau pengguna narkoba masuk ke penjara, terus menjadi ODHA satu hal yang pasti adalah kematian di depan mata. Tapi sekarang ga begitu loh moms, selain HIV sudah ada obatnya berupa ARV, ternyata warga binaan mendapat dukungan untuk menjalani hidup lebih baik ketika keluar lapas.

ODHA lapas narkotika Cipinang
Wesli (kiri) adalah salah satu ODHA di lapas narkotika Cipinang.

Bertemu dengan salah satu ODHA dari lapas narkotika Cipinang, Wesli yang berbagi cerita pengalaman hidupnya dalam berjuang melawan sakau narkotika dan menerima kenyataan harus ditinggalkan anak dan istrinya saat divonis terinfeksi HIV. Dijauhi keluarga, dikucilkan oleh masyarakat menjadi tantangan tersendiri, namun saat tahu #AdaObatAdaJalan Wesli bertekad untuk sembuh, dan rutin mengonsumsi ARV

Saat ini lapas narkotika sudah menjadi satelit karena sudah bisa menekan mata rantai HIV AIDS, dan mencegah penularan virus di LP Cipinang. Upaya yg dilakukan dengan screening untuk warga binaan ketika awal masuk lapas. Jika postif HIV, penyintas diberikan ARV secara berkala

Tahu ga moms, ternyata ada lebih dari 400 ODHA yang ada di Lapas Narkotika Cipinang. Warga binaan dengan HIV AIDS tetap diperlakukan sama dengan yang lainnya, tetap mendapatkan pendidikan dan juga binaan, mereka juga mendapat pantauan dalam pengobatan. ODHA mendapatkan akses untuk memperoleh ARV moms, agar mereka berkesempatan untuk hidup lebih sehat karena #AdaObatAdaJalan.

Di dalam lapas di terapkan zero discriminant, persepsi bagi penghuni dan petugas lapas kepada ODHA yang ada di lapas untuk bersikap seperti biasa dan terus memberikan dukungan.

Lapas narkotika dan HIV AIDS
Dr. M. Yusman Akbar, Koordinator Dokter Poliklinik LP Narkotika Cipinang. (dok. Sadewo Handayani)

Menurut dr. M. Yusman Akbar, Koordinator Dokter Poliklinik LP Narkotika Cipinang, di Tahun 2008, 90 penghuni lapas meninggal pertahun karena HIV AIDS. Tahun 2018 angka kematian akibat HIV AIDS di lapas menurun menjadi 3 orang. Screening darah pada penghuni yang baru maupun penghuni lama rutin dilakukan untuk menekan penyebaran virus HIV AIDS.

ARV obat HIV
Dr.¬†Wiendra Waworuntu menegaskan “Ada Obat Ada Jalan” ARV obat bagi HIV .

Dr. Wiendra Waworuntu, MKes selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung mengajak masyarakat untuk dukung program Kemenkes RI, yaitu Suluh, Temukan, Obati, dan Pertahankan (STOP) HIV-AIDS, apa yang bisa dilakukan masyarakat demi mencegah infeksi dan penularan HIV?

1. Berperilaku seks yang aman dan hanya pada pasangan yang telah sah (tidak berganti-ganti pasangan).
2. Hindari penggunaan narkoba suntik atau penggunaan jarum suntik bersamaan.
3. Jika terlanjur pernah melakukan hal-hal berisiko terinfeksi maka segera lakukan tes HIV!
4. Jika hasil tes HIV positif maka gunakan pengaman (kondom) saat berhubungan seksual dengan pasangan, patuhi petunjuk dokter, dan minum obat ARV yang dianjurkan.
5. Jika bertemu ODHA, bersikaplah wajar, tidak mendiskriminasikan, dan berikan dukungan agar penderita tetap positif menjalani hidup.
6. Jangan takut tertular karena virus HIV tidak menular melalui sentuhan, keringat, bahkan berbagi makanan.

Pada puncak Hari AIDS Sedunia tahun 2018, diharapkan agar tercapainya 3 Zero, antara lain :
1. Tidak ada lagi infeksi baru HIV,
2. Tidak ada lagi kematian akibat AIDS, dan
3. Tidak ada lagi Stigma dan Diskriminasi

Saya berani, Saya sehat! Sudahkah moms membawa keluarga tercinta untuk lakukan screening darah untuk mengetahui status HIV AIDS? Karena ada obat ada jalan, bagi yang terinfeksi virus HIV, ARV adalah solusi dan obat bagi mereka yang masih memiliki semangat hidup.

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *