Sudahkah Bunda Sajikan Panganan Aman Untuk Keluarga

Posted on

Tahun 2018 tidak terasa sudah berakhir ya moms, kira-kira apa yang menjadi resolusi di tahun mendatang nih 🙂 ? Mama Azzam memiliki banyak sekali resolusi untuk dicapai di tahun 2019, salah satunya adalah untuk bisa secara maksimal memberi pangan yang aman untuk dikonsumsi oleh keluarga, terutama bagi Azzam. Memberikan makanan sehat, bergizi dan bernutrisi sudah secara maksimal dilakukan di 4 tahun awal pertumbuhan Azzam, tapi masih saja ada yang kelewat moms.

Masih sering berikan anak makanan yang ga jelas asal usul pengolahannya, beli makan-makanan junk food dan berikan makanan dengan garam berlebihan juga masih saya lakukan,,, dosa-dosa kecil yang ternyata akan memberikan pengaruh buruk bagi anak hingga dewasa kelak. Hal paling jelas terlihat adalah Azzam memiliki berat badan yang berlebih, diatas batas normal anak di usianya dan banyak yang bilang sudah overwight.

Panganan aman pilihan ibu
Sudah amankah menu hari ini untuk keluarga moms.

Mama Azzam sih bertekad untuk bisa berikan panganan aman, sehat, bergizi dan bernutrisi agar keluarga sehat dan terjauh dari segala macam penyakit yang bisa timbul karena saluran pencernaan keluarga yang kurang baik. Soalnya kemarin sempat semua anggota keluarga tumbang semua karena salah makan, menyebabkan diare, meriang dan flu batuk pilek.

Hanya karena makan gorengan plus es kelapa di pinggir jalan saat liburan, semua menderita selama seminggu. Kita ga tahu apakah ada kontaminasi bakteri dari makanan, es batu atau yang lainnya.

Sudah pasti ya moms, Ibu punya peran yang sangat penting dalam menentukan pangan yang akan dikonsumsi keluarga. Kenapa pangan aman yang saat ini dibahas? karena menyangkut pemilihan bahan makanan, tempat membeli, bagaiman mengolah, memasak dan menyimpannya.

Pangan Aman Hidup Sehat

Terkait dengan hal ini, dalam menyambut Hari Ibu, Danone – Nutricia Sarihusada melakukan edukasi dengan tema “Pangan Aman Hidup Sehat” yang berisi tentang pemilihan bahan makanan, proses memasak, cara penyajian pangan yang tepat dan sehat juga cara menyimpan makanan yang baik.

Inspirasi hidup sehat
Bapak Arif Mujahidin, selaku Communication Director Danone Indonesia, berfoto bersama dengan narasumber lainnya.

“Kampanye ‘Pangan Aman Hidup Sehat’ merupakan edukasi kelanjutan dari Danone – Nutricia Sarihusada yang telah berlangsung sejak tahun 2016, yang merupakan wujud nyata dari komitmen kami selaku produsen terhadap konsumen mengenai pangan yang aman, agar masyarakat menjadi konsumen yang cerdas dan bijak dalam memilih dan mengkonsumsi produk pangan. Pada tahun ini kami juga mengangkat tema ‘Menu Aman Pilihan Ibu, Inspirasi Hidup Sehat’Keluarga’, sekaligus untuk merayakan datangnya hari Ibu”, Kata Arif Mujahidin, Communication Director Danone Indonesia.

Keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan tiga cemaran, yaitu cemaran fisik, biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia sehingga aman untuk dikonsumsi. Pangan olahan yang diproduksi harus sesuai dengan cara pembuatan pangan olahan yang baik.

Panganan aman
dr. Juwalita Surapsari M.Gizi, SpGK

Keamanan pangan sangat penting dan harus diperhatikan. Mengapa? Karena berdasarkan data WHO ada 1 dari 10 orang di dunia jatuh sakit diare setiap tahunnya karena makanan yang terkontaminasi, bahkan ada 420 ribu orang meninggal akibat foodborne diseases, kata dr. Juwalita Surapsari M.Gizi, SpGK .

Panganan aman erat kaitannya dengan gizi seimbang serta kebiasaan (food safety behavior) yang dilakukan oleh orangtua, terutama ibu dalam pengambilan keputusan utama konsumen. Ibu bertanggung jawab untuk 85% seluruh jenis pembelian, dan 93% pembelian bahan pangan yang dikonsumsi keluarga setiap harinya.

dr. Juwalita menjelaskan 3 tahapan yang harus diperhatikan oleh ibu dalam menjaga keamanan pangan keluarga:

1. Pemilihan bahan pangan segar dan kemasan.

2. Penyimpanan pangan.

3. Proses pengolahan dan penyajian.

Jangan sampai ada kontaminasi di semua tahapan tersebut, karena bisa fatal akibatnya bagi kesehatan keluarga. Perhatikan penggunaan air bersih untuk mencuci bahan makanan, penggunaan talenan dalam mengolah pangan dan simpan di tempat yang tepat bagi bahan pangan maupun makanan yang telah diolah.

Narasumber kedua adalah Kepala Divisi Perkembangan Anak Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen FEMA IPB dr. Dwi Hastuti MSc, yang menjelaskan bahwa pembentukan kebiasaan makan pada anak terdapat korelasi antara perhatian ibu dalam menyiapkan makanan, agar tidak terjadi kontaminasi silang.

Menu aman pilihan ibu
dr. Dwi Hastuti MSc

Menurut dr. Dwi Hastuti, peran ibu sangat penting dalam menentukan pangan aman. Hal ini dimulai sejak anak di dalam kandungan. Semua yang dikonsumsi ibu akan dikonsumsi juga oleh anak. Anak akan melihat pola, kebiasaan juga tata cara makan ibu, dan anak akan menirunya.

Berikan penjelasan rasional kepada anak saat anak tidak mau makan salah satu jenis makanan, jangan pernah takut-takuti anak. Misalnya anak tidak suka sayuran, jangan anak di takut-takuti akan di suntik oleh dokter agar dia mau makan sayuran, tapi jelaskan pentingnya sayuran bagi tubuh, kenapa kita harus makan sayuran. Buatlah variasi menu yang menarik dan membuat anak mau mencoba makanan yang ibu buat.

Nutricia Sarihusada di media sosial Aku Anak SGM ada banyak memberikan inspirasi menu olahan makanan untuk anak sesuai usia loh moms, coba deh di cek. Saya sering banget mencoba menu yang ada, Alhamdulillah Azzam suka dan saya ga kesulitan dalam memberikan manusia pilihan aman dan sehat untuk anak.

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *