Pahami Demensia, Pikun dan Alzheimer di Festival Digital Bulan Alzheimer Sedunia

Posted on

Pagi Bunda, pernah gak kalian kebingungan saat mencari suatu barang, atau lupa resep dari masakan yang biasa kita buat sehari-hari. Tahu gak sih, kalau ini merupakan tanda-tanda pikun atau lupa? Sekarang hal ini tidak hanya dialami oleh orang tua saja, banyak orang di usia produktif yang berusia di bawah 50 tahun sudah mengalaminya juga loh.

Demensia Alzheimer
Demensia Alzheimer

Pikun bukanlah hal yang wajar, menurut WHO Demensia adalah sindrom gangguan penurunan fungsi otak yang mempengaruhi fungsi kognitif, emosi dan perilaku aktivitas sehari-hari. Saat ini, di dunia, lebih dari 50 juta orang mengalami demensia dan Demensia Alzheimer adalah jenis demensia yang terbanyak, sekitar 60-70%. Masyarakat sering menyebut kondisi Demensia Alzheimer ini sebagai PIKUN.

Pikun tanda awal dari Demensia Alzheimer
Pikun tanda awal dari Demensia Alzheimer

Dalam rangka Alzheimer Awareness Month di September ini, PT Eisai Indonesia dan Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) mengadakan Festival Digital Bulan Alzheimer Sedunia yang merupakan bagian dari Kampanye Edukatif #ObatiPikun.

Cari Tahu Mengenai Demensia Alzheimer dan Penanganannya di Festival Digital Bulan Alzheimer

 

Festival Digital Bulan Alzheimer Sedunia
Festival Digital Bulan Alzheimer Sedunia

Yuk pahami bagaimana cara mengenali faktor risiko demensia yang sering terjadi. Sangat penting bagi kita untuk melakukan pemeriksaan fungsi otak kita (Neuroscience and Brain Health). Karena menjadi tua bukan berarti menjadi “Pikun”.

Pikun merupakan risiko yang tidak bisa dihindarkan saat kita menua, tetapi dengan treatment yang baik, hidup bahagia, lakukan pola hidup sehat, rajin membaca, tidak merokok dan masih bersosialisasi akan memperlambat proses pikun. Pikun ini juga dikenal dengan demensia.

Pengertian umum dari Demensia sendiri adalah berkurangnya kemampuan fungsi berpikir secara progresif, atau sebuah sindrom yang berkaitan dengan penurunan kemampuan fungsi otak, berkurangnya daya ingat, menurunnya kemampuan berpikir untuk memahami sesuatu, melakukan suatu pertimbangan, dan memahami bahasa, serta menurunnya kecerdasan mental. Sindrom ini umumnya menyerang orang-orang lansia di atas 65 tahun.

Penyakit Alzheimer sendiri adalah penyebab paling umum dari demensia, yaitu kondisi saat memori dan fungsi mental penting lainnya secara progresif berkurang. Sehingga seseorang akan kehilangan kemampuannya dalam berinteraksi dengan orang lain.

 

Aplikasi E-Memory Screening Bantu Mengetahui Tingkat Kepikunan

 

E-Memory Screening
E-Memory Screening – aplikasi deteksi dini kepikunan buatan anak bangsa.

Saat ini ada inovasi baru yang diciptakan oleh anak bangsa, aplikasi untuk mendeteksi dini kepikunan yakni aplikasi E-Memory Screening (EMS) yang bisa kalian download di AppStore melalui gadget.

Saat kita masuk ke aplikasi ini, harus daftar terlebih dahulu untuk bisa mengakses informasi yang ada nantinya. Kemudian ada 8 pertanyaan yang harus kita jawab. Setelah itu muncul skornya. Bila skornya rendah, maka kita disarankan untuk konsultasi ke dokter syaraf yang terdekat dengan tempat kita berada.

Fungsi dari E-Memory Screening (EMS) yaitu:

1. Sebagai alat edukasi kepada masyarakat umum mengenai penyakit demensia.

2. Sebagai alat screening awal, atau deteksi dini demensia sebelum kita konsultasi dan berobat ke dokter.

Untuk menghindari kemungkinan munculnya demensia, kita perlu melakukan kegiatan yang dapat melatih stimulasi mental atau kognitif seperti membaca, merajut, menulis, bermain puzzle, berkebun, bermain musik, maupun diskusi kelompok. Kalau kita masih melakukan semua hal ini, dapat menurunkan risiko demensia 30% sampai 50%.

Gejala demensia alzheimer
Gejala demensia alzheimer terjadi pada orang tua

Saat seseorang dengan kognitif pasif di usia lanjut, akan berisiko 2,6 kali mengalami demensia. Jadi,, yang mana pilihan kita? Karena Menjadi tua memang sudah pasti, tapi menjadi tua dengan sehat, mandiri, aktif, rajin dan taat adalah pilihan hidup kita.

Berobat ke dokter dan vitamin otak memang baik untuk kita, tetapi kalau tidak diimbangi dengan stimulasi aktif aktif percuma. Bahkan penggunaan smartphone ada kok dampak positifnya bagi kita, misalkan dengan menggunakan smartphone kita jadi rajin membaca, bermain puzzle dan berinteraksi dengan banyak orang melalui media sosial. Tetapi tetap harus dibatasi juga, karena ada dampak buruk dari penggunaan gadget yang berlebihan.

Jaga pola pikir agar selalu positif, latih sensor motorik agar tidak kaku, berikan banyak kebahagiaan dengan selalu bersosialisasi, jangan lupa untuk rutin cek tingkat kepikunan kita melalui E-Memory Screening (EMS).

Spread the love

11 thoughts on “Pahami Demensia, Pikun dan Alzheimer di Festival Digital Bulan Alzheimer Sedunia

  1. Baru tahu dengan bulan Alzheimer ini. Duh, aku kurang aware dengan penyakit sejenis ini. Aku pelupa banget padahal. Tapi aku kayaknya gak menjurus ke demensia atau pikun. Aku lebih ke kurang fokus saat mengingat. Semoga orang pada aware ya dengan penyakit ini. Serem juga kalo baca-baca tentang Alzheimer.

  2. Ternyata ada aplikasinya yah buat bantu deteksi dini penyakit Alzheimer ini soalnya masih banyak yang belum aware dengan penyakit yang kerap dialami usia lanjut meskipun dalam beberapa kasus juga dialami usia produktif, harus install nih…

  3. Seru banget acara ini kemarin ya mbak, apalagi bisa mengetahui bagaimana gejala deteksi dini pikun dengan EMS. Semoga kita juga bisa peka terhadap penderita Alzhaimer.

  4. Alhamdulillah dengan aplikasi ini jadi bisa mendeteksi lebih dini ya mba. Untuk kemudian ditanggulangi dengan baik sehingga dapat meminimalisir resiko. Semoga kita dan orangtua kita sehat senantiasa ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *