Operasi Bypass Sebagai Upaya Menangani Penyakit Jantung

Posted on

Pagi Bunda, khawatir ga sih dengan makin banyaknya Penyakit Tidak Menular yang menjangkiti generasi muda kita? Kalau 10 tahun yang lalu penyakit jantung itu banyak di derita olah orang tua atau sudah berumur, beberapa tahun belakangan kita banyak menemukan kasus anak usia sekolah yang sudah menderita penyakit yang satu ini.

Penyakit Jantung sebagai salah satu penyakit tidak menular
Penyakit Jantung sebagai salah satu penyakit tidak menular

Penyakit jantung adalah kondisi ketika jantung kita mengalami gangguan. Bentuk gangguan itu sendiri bisa bermacam-macam. Ada gangguan pada pembuluh darah jantung, irama jantung, katup jantung, atau gangguan akibat bawaan lahir.

Upaya Menangani Penyakit Jantung dengan Bypass Jantung

Sumbatan pada pembuluh darah dapat terjadi akibat proses penumpukan plak aterosklerosis. Khususnya pada jantung, plak aterosklerosis tersebut dapat berkembang menjadi penyakit jantung koroner hingga gagal jantung.

Awal gejala dari kondisi tersebut adalah munculnya nyeri dada baik yang menjalar ke lengan kiri atau tidak menjalar sama sekali. Operasiasi bypass jantung bertujuan untuk meningkatkan suplai darah ke jantung sehingga meredakan keluhan nyeri dada, menurunkan serangan jantung, dan memperbaiki kualitas hidup pasien.

Beberapa kondisi berikut adalah alasan kenapa perlu dilakukan operasi bypass jantung
1. Sumbatan terjadi pada lebih dari 1 pembuluh darah sehingga fungsi jantung mulai menurun.
2. Penyempitan pada 1 atau 2 pembuluh darah tanpa henti jantung
3. Penderita yang gagal dilakukan balonisasi untuk melebarkan pembuluh darah
4. Struktur pembuluh darah arteri sesuai untuk dilakukan operasi bypass

Selain rangkaian operasi dan lamanya waktu pemulihan, tentu saja biaya operasi bypass jantung akan menjadi pertimbangan ya Bun. Makanya, lebih baik menjaga kesehatan daripada mengobatinya 🙂 .

Namun, tidak semua kondisi penyakit jantung koroner memerlukan operasi bypass jantung. Tindakan ini tidak disarankan untuk pasien-pasien berikut:
1. Usia lanjut di atas 85 tahun
2. Tidak ada gejala nyeri dada
3. Struktur pembuluh darah arteri tidak memungkinkan untuk dilakukan bypass
4. Memiliki gangguan pembekuan darah, gangguan elektrolit, dan berisiko mengalami komplikasi pasca operasi.

Prosedur Operasi Bypass Jantung Sebelum dilakukan operasi bypass jantung, pasien akan menjalani beberapa pemeriksaan seperti rontgen dada, elektrokardiogram, katerisasi jantung, dan tes darah rutin terlebih dahulu.

Mari lindungi diri dari penyakit jantung
Mari lindungi diri dari penyakit jantung

Tindakan operasi ini akan dilakukan selama 3-6 jam dengan beberapa tahapan prosedur seperti di bawah ini:
1. Pasien akan dibius untuk menurunkan kesadaran
2. Fungsi pernapasan akan dibantu menggunakan ventilator yang dipasang menggunakan selang melalui tenggorokan
3. Dinding dada akan disayat untuk selanjutnya diberikan terapi yang mampu menghentikan kerja jantung sementara aliran darah yang normal akan dipompa keluar dari jantung dan dialihkan pada mesin jantung paru Bypass atau jalan pintas mulai dibuat pada bagian arteri koroner yang tersumbat dan pembuluh darah dari organ lain
4. Pembuluh darah yang dipakai sebagai jalan pintas akan dicangkok (graft) dari bagian tubuh lain (biasanya vena di paha)
5. Ujung vena yang 1 akan dihubungkan dengan aorta dan ujung lainnya akan disambungkan ke arteri koroner di bagian bawah dari daerah penyempitan
6. Terbentuk jalur pintas baru yang tidak melewati arteri koroner yang tersumbat.

Setelah dilakukan prosedur tindakan bypass jantung, dokter akan memulihkan denyut jantung dengan cara memberikan kejut listrik. Operasi diakhiri dengan menjahit sayatan pada dada pasien. Alat bantu pernafasan tetap akan terpasang hingga efek obat bius menghilang dan pasien mampu bernapas sendiri.

Pemulihan kondisi pasien pasca operasi akan terus dipantau hingga beberapa minggu. Risiko dan komplikasi setelah tindakan operasi harus terus di pantau, karena meskipun operasi bypass jantung sudah sangat berkembang dan sering dilakukan, namun tetap ada risiko komplikasi minimal dari tindakan ini.

Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi adalah:
1. Perdarahan Infeksi luka operasi Serangan jantung
3. Gangguan irama jantung / aritmia Gangguan pernapasan
4. Reaksi alergi obat bius
5. Gagal ginjal Stroke

Kapan kita harus ke dokter.my ? Saat kita telah bertemu dengan dokter umum atau dokter pribadi dan melakukan beberapa tes, tapi dirasa perlu “Second Opinion”. Kita dapat menghubungi dokter.my dengan mudah melalui layanan telepon, Aplikasi WhatsApp, juga dapat melalui website dengan menyertakan rekam medis Anda (X-ray, MRI).

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *