5 Tips Mempersiapkan Anak dalam Menyambut Pembelajaran Tatap Muka

Diposting pada

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) kembali ke sekolah sudah tentu membuat anak kembali bersemangat untuk belajar, karena dengan mereka bisa bertemu dengan teman-temannya dan juga guru mereka secara langsung.

Namun di balik kebahagiaan itu, kita sebagai orang tua merasa cemas dan khawatir pada penyebaran pandemi yang masih banyak terjadi, terutama ada kabar kalau ada varian virus Covid-19 baru yang bermunculan.
Pro dan kontra banyak terjadi dengan dimulainya Pembelajaran Tatap Muka beberapa bulan terakhir ini, meskipun banyak orang tua yang merasa khawatir, tetapi kita tidak bisa pungkiri kalau anak-anak sangat butuh kegiatan sosialisasi yang hanya bisa didapatkan di sekolah.

Saya termasuk orang tua yang menyambut baik kegiatan Pembelajaran Tatap Muka ini, karena saat anak saya berusia 6 tahun dan mengikuti pembelajaran TK secara online di rumah, gagal total dalam menyerap pembelajaran yang diberikan.

Alhasil Azzam senang sekali saat bisa masuk TK dan melakukan Pembelajaran Tatap Muka di usianya yang 7 tahun, meski lebih bongsor dan usianya lebih dibandingkan dengan anak-anak lainnya di kelas, tapi dia senang dan bisa menerima pembelajaran dengan baik.

Pembelajaran Tatap Muka
Mempersiapkan mental dalam Pembelajaran Tatap Muka di sekolah

Dampak Bagi Mental Anak maupun Orang Tua Saat Sekolah Daring

Senang sekali berkesempatan untuk berbincang-bincang dengan Pritta Tyas M. Psi., Psikolog pada acara Zoom bersama Holisticare Ester C Kids. Saya jadi lebih menyadari tidak hanya orang tua yang stress dengan ruang gerak terbatas untuk beraktivitas. Bahkan anak-anak juga terganggu kesehatan mentalnya saat waktu bermain dan eksplorasi mereka berkurang.

Kegiatan Sekolah Daring yang masih berlangsung hampir selama 2 tahun mungkin bisa berjalan dengan lancar untuk anak usia Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun Mahasiswa. Tapi tidak untuk anak yang masih PAUD dan Taman Kanak-kanak.

Bahkan tidak semua orang tua memiliki perangkat laptop, komputer atau smartphone untuk mendukung pembelajaran sekolah secara online atau daring dari rumah. Bayangkan coba, orang tua harus bekerja dari rumah dengan beberapa anak usia sekolah yang juga melakukan pembelajaran dari rumah. Sedangkan mereka hanya memiliki satu smartphone atau laptop, yang ada perang dalam rumah.

Kondisi seperti ini sudah tentu tidak baik dan memberikan dampak buruk bagi tumbuh kembang anak dalam menerima pembelajaran. Tidak semua anak bisa duduk tenang sambil menerima materi pembelajaran sambil menatap gadget.

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) penting bagi tumbuh kembang anak, karena dengan anak ke sekolah dan bertemu langsung dengan guru dan teman-teman, mereka bisa banyak belajar mengenai cara bersikap, bagaimana bertegur sapa yang sopan dan bisa bertoleransi juga berbagi.

Cara Mempersiapkan Mental Anak Untuk Pembelajaran Tatap Muka (PTM)

Anak-anak memang masih fleksibel dan mudah beradaptasi dalam segala situasi, namun tidak semua anak memiliki kemampuan untuk mudah bergaul dan cepat menerima perubahan. Penting bagi orang tua untuk membantu anak-anaknya menghadapi kembali situasi sosial di sekolah, apalagi setelah hampir 2 (dua) tahun berada di rumah karena pandemi COVID-19.

Dukung PTM anak dengan vitamin C terbaik
Dukung PTM anak dengan vitamin C terbaik

Yuk persiapkan mental anak untuk kembali menghadapi situasi sosial di Sekolah dengan cara berikut ini :

1. Lakukan komunikasi yang baik dengan anak, agar anak merasa aman dan nyaman sehingga mereka tidak ragu untuk bercerita apapun dengan orang tuanya.

2. Perhatikan perubahan perilaku anak, banyak anak-anak yang hiperaktif di rumah tetapi jadi pendiam di sekolah. Mungkin pembelajaran tatap muka membuat mereka insecure.

3. Ajarkan anak mengenai protokol kesehatan, sehingga mereka tidak melepas masker saat berkegiatan di sekolah saat belajar atau bermain. Anak juga jadi terbiasa untuk sering cuci tangan dan tidak bergerombol saat di sekolah.

4. Selalu luangkan waktu untuk mendengarkan cerita anak, karena pembelajaran tatap muka sudah tentu hal yang baru bagi mereka setelah 2 tahun harus ada di rumah saja karena pandemi.

5. Bangun komunikasi baik dengan guru dan orang tua lainnya untuk pantau perkembangan anak kita di sekolah.

Untuk orang tua, jangan lupa ya selain mempersiapkan mental melepas anak untuk sekolah PTM, Orang tua mana yang tidak panik saat diberitahukan oleh pihak sekolah kalau anak-anak sudah mulai Pertemuan Tatap Muka (PTM), tapi yakin deh kalau kita sudah berikan perlindungan ekstra mulai dari prokes, optimis karena sudah memberikan edukasi kepada anak bagaimana semestinya saat di Sekolah nanti harus menjalankan prokes, insya Allah anak akan baik-baik saja dan terlindungi saat PTM nanti.

Tidak hanya itu saja, kita sebagai orang tua juga pastinya juga wajib selalu memenuhi kebutuhan nutrisi dan vitamin anak, agar imunitas tubuh mereka terjaga dan tidak mudah sakit. Kalau saya sendiri sih selain memberikan makanan kaya akan nutrisi saya juga memberikan Azzam Holisticare Ester C Kids .

Holisticare Ester-C Kids

Bunda sudah kenal dengan Holisticare Ester C Kids apa belum? Ini merupakan suplementasi vitamin C inovasi baru yang diformulasikan khusus untuk anak-anak yang dibuat dari Ester-C, yaitu kalsium askorbat yang dipatenkan dan melalui proses unik sehingga lebih tidak perih di lambung.

Holisticare Ester-C Kids
Holisticare Ester-C Kids

Holisticare Ester C Kids membantu memelihara daya tahan tubuh anak, khususnya bagi yang mulai menjalani kegiatan belajar secara online dan offline. Dengan rasa jeruk dan bentuk lucu pasti disukai oleh anak-anak.
Holisticare Ester C Kids juga membantu mengatasi gejala kekurangan vitamin C seperti gusi berdarah, sariawan, mudah terserang flu, dan luka yang tak kunjung sembuh.

Metabolit threonat secara unik sudah terkandung dalam Ester C, sehingga memungkinkan penyerapan vitamin C dapat berlangsung lebih optimal. Metabolit adalah zat yang terbentuk selama proses metabolisme.

Yang paling penting nih Holisticare Ester-C Kids mengandung pemanis alami Xylitol yang berasal dari bahan alami yang dapat memelihara kesehatan gigi, jadi gak mengandung gula sehingga tidak merusak gigi anak-anak. Suplemen vitamin C dalam Holisticare Ester-C Kids berbentuk tablet hisap atau kunyah, tapi ingat ya tidak disarankan untuk anak usia dibawah 2 tahun. Gak cuma orang dewasa yang butuh tambahan vitamin C, anak-anak juga memerlukannya, tapi tentu saja dengan dosis yang tepat ya Bunda.

Jadi, sudahkan Bunda penuhi kebutuhan nutrisi dan vitamin anak, juga memberikan dukungan mental bagi anak dalam pembelajaran tatap muka di sekolah? Yakinkan langkah sehatmu setiap hari bersama Holisticare Ester C ya bun.

Spread the love

3 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *