Lebih Mengenal Parkinson Bersama RS Premier Jatinegara

Posted on

Pagi Bunda, semoga dalam keadaan sehat selalu ya hari ini. Ada yang sudah mengenal penyakit Parkinson? Penyakit yang satu ini terkenal saat dialami oleh petinju legendaris Muhammad Ali. Pada masa keemasannya, di usia 42 tahun ia mengalami Parkinson dan akhirnya meninggal di usia 74 tahun setelah perjuangan kerasnya melawan Parkinson.

Parkinson adalah penyakit degeneratif yang menyerang otak dan umumnya terjadi pada usia lanjut atau di atas 60 tahun. Penyebab parkinson hingga saat ini belum diketahui pasti. Akibat dari degenerasi sel saraf dan hilangnya sel-sel yang memproduksi dopamin di otak. Penyakit ini mengakibatkan penurunan fungsi sistem motorik.

Mengenal Parkinson
Mengenal Parkinson bersama RS Premier Jatinegara

Pada manusia normal, sel dari neuron-neuron tersebut menghasilkan dopamin yang mempunyai peran sebagai penyampai pesan dalam komunikasi antara substantia nigra dengan xorpus striatum. Komunikasi tersebut mengkoordinasikan gerakan otot yang seimbang dan mulus. Kekurangan dopamin bisa mengakibatkan hilangnya kemampuan mengendalikan tubuh.

Selain karena faktor usia, para ahli menduga benturan keras pada kepala juga bisa memicu parkinson. Seperti halnya yang terjadi pada Muhammad Ali semasa hidupnya.

Beberapa petinju lain, juga diketahui mengalami nasib yang sama. Namun, benturan keras pada kepala tak selalu menyebabkan parkinson.

Mengenal Parkinson bersama Dr. Sukono Djojoatmodjo, Sp.S

Alhamdulillah saya berkesempatan untuk datang mengikuti acara Seminar Mengenal Parkinson bersama Blogger dan Vlogger di RS Premier Jatinegara. Mendapatkan banyak informasi mengenai apa saja penyebab dan bagaimana cara mengenali gejala Parkinson.

Dr. Sukono Djojoatmodjo, Sp.S
Dr. Sukono Djojoatmodjo, Sp.S

Dr. Sukono Djojoatmodjo, Sp.S adalah salah satu dokter ahli dari RS Premier Jatinegara, beliau berikan informasi penting bagaimana kita mengenali gejala awal dari Parkinson

Gejala Parkinson
Gejala Parkinson

1. Mengalami Gemetar (Tremor)

Karena penyakit ini menyerang motorik tubuh, sehingga memengaruhi alat penggerak tubuh. Gejala motorik paling umum adalah tremor atau gemetaran ringan.

Biasanya terjadi pada tangan, lengan, dan kaki. Tremor biasa terjadi dalam keadaan sadar di posisi duduk atau diam berdiri. Gejala ini awalnya hanya terjadi pada satu bagian tubuh, tetapi lama-kelamaan akan merembet ke sisi tubuh lainnya.

Banyak dari penderita Parkinson akan meletakkan tangannya di saku celana, hal ini dilakukan untuk menutupi gejala ini dari orang lain.

2. Kekakuan Gerak (Rigidity)

Gejala lainnya adalah, ketika seseorang mengalami otot kaku dan sakit. Gejala ini dapat dilihat dan dirasakan dengan berkurangnya kampuan untuk mengayunkan lengan ketika berjalan, karena otot-otot yang kaku.

3. Kelambatan Gerak

Gejala lainnya yaitu seseorang akan melakukan gerakan yang lambat dan terbatas, lemahnya otot-otot di wajah dan tenggorokan, dan sulit menyeimbangkan ketika berdiri dan berjalan.

Orang-orang yang mengidap Parkinson akan sulit untuk melangkah tegap, sehingga saat berjalan ia akan tertatih dan melangkah kecil-kecil, membungkuk sedikit, dan berputar cepat. Pengidapnya dapat secara tiba-tiba mengalami tidak dapat bergerak.

Sudah tentu saat kita mengalaminya, atau ada keluarga yang memiliki gejala ini, ada baiknya langsung datang ke Rumah Sakit untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Hal ini harus dilakukan sesegera mungkin untuk meminimalisir dampak buruk dari Parkinson.

RS Premier Jatinegara bisa menjadi pilihan bagi kita, saat harus melawan Parkinson. Karena di RS sini memiliki ahli dan peralatan medis yang lengkap dan mampu merawat mereka yang mengalami Parkinson.

RS Premier Jatinegara  merupakan rumah sakit umum swasta yang telah berdiri sejak tahun 1989, menyediakan pelayanan kesehatan umum dan spesialistik yang berkualitas, serta dilengkapi dengan fasilitas dan alat penunjang medis yang lengkap.

RS Premier Jatinegara jugajmemberikan pelayanan yang terintegrasi mulai dari konsultasi dokter, tindakan diagnostik, tindakan operatif, layanan rawat inap hingga pasca rawat inap.

Bisakah Parkinson Diobati?

Saat orang tercinta mengalami Parkinson, dapatkah diobati? Tidak ada yang tak mungkin selama kita berusaha ya Bunda. Meskipun hingga saat ini, belum ada terapi yang dapat menyembuhkan penyakit Parkinson ini, namun ada beberapa cara untuk mengontrolnya, yaitu:

1. Terapi pertama: Pada tahap ini dilakukan dengan pengobatan. Pengidap Parkinson akan diberikan obat yang dapat meningkatkan kadar dopamin di dalam otak.

2. Terapi kedua: Pengidap Parkinson bisa melakukan terapi thalamotomy. Terapi ini adalah pembedahan dengan membakar jaringan otak yang rusak karena parkinson.

3. Terapi ketiga: Pada tahap ini, terapis akan menggunakan deep brain stimulation. Terapi ini menggunakan chip di dalam otak untuk merangsang kadar dopamin otak.

Parkinson menjadi salah satu penyakit yang tidak bisa kita tolak kedatangannya, namun dengan menjaga pola hidup sehat dan rutin berolahraga selama 30 menit setiap harinya bisa mengurangi risiko terkena Parkinson.

Yuk mulai hidup sehat dari sekarang agar terhindar dari berbagai penyakit yang ada.

Spread the love

15 thoughts on “Lebih Mengenal Parkinson Bersama RS Premier Jatinegara

  1. selain bisa ikhtuar dengan obat untuk mengontrol, bisa juga dengan olahraga untuk menghindari resiko ya. olahraga memang selalu menjadi pengingat kalau tubuh kita tak selamanya bugar

  2. Jadi inget petinju dunia, Muhammad Ali yang terserang Parkinson. JAdi bener bener harus tahu nih apa tanda dan gejalanya serta memang harus dicegah sejak lama supaya tua tidak mengidap penyakit ini. Kalau tahu pencegahannya pasti aman deh

  3. Pertama kali tahu tentang penyakit Parkinson dari petinju dunia Muhammad Ali. Saya kira penyakit ini hanya dialami oleh petinju saja, ternyata semua orang bisa saja terkena parkinson ya…
    Harus selalu menjaga kesehatan dengan pola hidup sehat.

  4. Parkinson jarang mendapat perhatian penuh sampai spesialisasi. Padahal penyakit ini mungkin sebarannya lebih cepat dari yang kita sadari.
    Untung ada RS Premier Jatinegara yg konsern pada Parkinson

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *