Kurangi Sampah Untuk Dunia Yang Lebih Bersih

Posted on

“Mama itu kenapa numpuk di pinggir jalan” ini adalah pertanyaan yang sering sekali diungkapkan oleh anak saya Azzam, setiap kali kami jalan-jalan keliling komplek perumahan untuk olahraga dan melihat ada banyak tumpukkan sampah, atau tiba-tiba ada yang melempar sampah di pinggir jalan.

Melihat masih banyaknya orang yang membuang sampah plastik sembarangan terkadang membuat saya kesal, karena benar-benar merusak pemandangan dan menjadi kotor dan bau di mana-mana. Saya selalu mengajarkan anak saya Azzam untuk membuang sampah di tempat sampah, tapi saat dia lihat banyak orang dewasa buang sampah sembarangan, anak langsung kritis dan bertanya kenapa Azzam harus buang di tempat sampah sedangkan banyak orang bisa langsung lempar di mana saja.

Sadar lingkungan sejak dini, kurangi sampah plastik yuk.
Sadar lingkungan sejak dini, kurangi sampah plastik yuk. (dok Djarum Foundation)

Kita semua tahu ya moms, kalau akibat yang paling bisa kita lihat dari banyaknya sampah plastik, adalah banjir saat musim penghujan tiba. Dan banjir belum lama terjadi di lingkungan rumah, lumayan tinggi hingga mencapai lutut orang dewasa. Hal ini terjadi karena saluran air tertutupi oleh sampah, sehingga air tidak bisa mengalir dengan baik.

Setelah banjir selesai dan surut, tampak sampah plastik tersebar di mana-mana. Kalau hal seperti ini dibiarkan, bisa-bisa komplek akan terendam banjir dan rumah kita rusak karenanya.

Mengajak lingkungan untuk sadar pentingnya mengelola sampah, sangatlah sulit moms. Tapi kalau tidak dimulai dari diri sendiri dan keluarga tercinta,, malah akan memperparah keadaan di masa depan. Mari mulai langkah kecil untuk hasil yang berdampak besar.

Awalnya saya juga sering tidak peduli terhadap sampah rumah tangga yang dihasilkan, seringkali sudah memisahkan sampah, tapi pada akhirnya tetap di acak-acak oleh pengumpul sampah dan saat pengangkutan sampah mingguan, ya main lempar begitu saja ke truk sampah.

Tapi saat saya lihat banyak teman yang share mengenai darling, timbul rasa penasaran dan mulai cari tahu apa itu darling. Darling ini sendiri adalah suatu upaya untuk “Sadar Lingkungan”. Coba deh di simak video Cerita Sampah yang di share ini moms, betapa banyak sampah yang kita hasilkan setiap harinya.

Terenyuh saat melihat postingan ini, ingat betapa banyak sampah plastik yang saya hasilkan. Untuk itu, saya mulai berusaha mengurangi dampak buruk sampah dengan melakukan hal-hal sederhana yang saya bisa lakukan.

Tips mengurangi sampah

1. Bawa kantong sendiri saat belanja

2. Menyediakan kotak makan sendiri saat beli makanan jadi

3. Tidak menggunakan sedotan plastik dengan membawa sedotan sendiri, entah itu sedotan stainless atau bambu.

4. Membawa botol minuman atau tumbler sendiri

5. Mengurangi penggunaan tissue, terutama tissue basah

6. Memilah sampah sebelum di buang

7. Membuat kreasi kerajinan dari sampah plastik yang masih bisa terpakai

8. Menggunakan wadah botol kaca sebagai tempat penyimpanan

9. Bersama seluruh warga di lingkungan sekitar membentuk bank sampah

Saatnya sadar dan berubah, sampah kita adalah tanggung jawab kita. Mari kita ciptakan dunia yang lebih bersih untuk masa depan anak dan cucu kita kelak.

Masihkah kita arogan dan mengatakan kalau kita sudah bayar bulanan sehingga sampah rumahtangga kita bersih di angkut oleh tukang sampah? Tahu ga sih kalau kita sudah lakukan pemilahan sampah terlebih dahulu, ternyata sampah kita bisa menjadi rezeki bagi orang lain?

Bukit sampah di Tempat Pembuangan Akhir.
Bukit sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terakhir.

Masihkah kita malas untuk olah dan juga kelola sampah rumah tangga kita moms? Padahal kita sebenarnya sudah tahu, kalau kita bisa mengurangi sampah dimulai dari rumah kita sendiri. Bukankah akan lebih baik saat sampah yang kita buang bisa di daur ulang dan menjadi manfaat bagi orang lain.

Inilah komposisi sampah yang kita buang selama ini dan terkumpul di TPST Bantar Gebang.
Inilah pengelolaan sampah yang kita buang selama ini dan terkumpul di TPST Bantar Gebang. (dok Djarum Foundation)

Bakti Lingkungan Djarum Foundation

Sama halnya dengan Bakti Lingkungan Djarum Foundation untuk membuat indIndone lebih baik dengan penanaman pohon dalam jumlah besar untuk memberi kontribusi paling penting di negeri ini, yaitu mencegah polusi dengan penanaman pohon Trembesi. Jutaan pohon ditanam untuk penghijauan. “Jika bumi adalah Ibu, maka pohon adalah anak tercintanya. Bagitulah Bakti Djarum memandang pepohonan. Memupuknya untuk berkembang baik. Memeliharanya agar kuat penuh manfaat. Melestarikannya agar tegak bertahan & menyebar kebaikan.

Djarum Trees For Life percaya, setulus-tulusnya rasa cinta, akan lebih sempurna dengan tindakan nyata. Dengan misi menanam pohon untuk menjaga kelestarian lingkungan, Djarum Trees For Life yang berada di bawah naungan Djarum Foundation telah terbentuk pada 1979. Diawali dengan penghijauan di kota Kudus, kini telah menanam lebih dari 2.000.000 pohon.

Sebuah pusat pembibitan tanaman juga di dirikan untuk mendukung program penanaman trembesi, konservasi di sekitar pantai dan juga konservasi hutan. Berbagai program dijalankan berkesinambungan dan saling melengkapi, demi masa depan lingkungan yang lebih baik.

Ada 2.000.000 lebih pohon telah ditanam  di Indonesia. 2.150 KM, sepanjang jalur Jawa, Madura, Lombok  dan Sumatera telah ditanami trembesi. 600.000 pohon mangrove telah ditanam di Pantai Utara Jawa Tengah. 72.800 ragam jenis tanaman telah ditanam di Gunung Muria. Ini semua adalah bakti lingkungan Djarum Foundation bagi negeri tercinta.

Yuk mulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar kita untuk menyelamatkan alam dan  lingkungan. Mengurangi sampah rumah tangga, memilah sampah yang kita hasilkan, melakukan daur ulang, juga melakukan penanaman pohon untuk menciptakan perubahan dan membuat dunia lebih baik, lebih bersih dan lebih nyaman untuk di tinggali.

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *