Cegah Alergi Sejak Dini Pada Anak dengan Deteksi Resiko Alergi dan Asupan Nutrisi yang Tepat

Posted on

Menyambut Pekan Alergi Dunia (World Allergy Week), Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia melakukan edukasi mengenai pentingnya screening risiko alergi dan manajemen nutrisi yang tepat untuk pencegahan alergi pada anak melalui Webinar Bicara Gizi dengan tema “Mencegah Alergi si Kecil dengan Deteksi Resiko Alergi dan Asupan Nutrisi yang Tepat Sejak Dini”.

Webinar Bicara Gizi
Webinar Bicara Gizi membahas alergi pada anak

Narasumber yang memberikan pemaparan yaitu :
1. Prof. DR. Budi Setiabudiawan, dr., SpA(k), M.Kes., Konsultan Alergi dan Imunologi Anak
2. Putu Andani, M.Psi., Psikolog dari TigaGenerasi
3. Chacha Thaib, Sosok Ibu dengan Anak Alergi
4. Arif Mujahidin, Corporate Communication Director Danone Indonesia

Meski dari rumah, tetap bisa mendapatkan banyak ilmu dan informasi berharga mengenai pemahaman mengenai alergi, terutama pada anak-anak dan bagaimana kita menghadapinya jika anak terdiagnosa memiliki alergi.

Prof. DR. Budi Setiabudiawan, dr., SpA(k), M.Kes, Konsultan Alergi dan Imunologi Anak menjelaskan bahwa dampak alergi lebih dari sekedar gejala yang dialami anak. Alergi memiliki dampak yang signifikan bagi si Kecil, keluarga bahkan masyarakat. “Bagi si Kecil, alergi dapat meningkatkan risiko penyakit degeneratif, seperti obesitas, hipertensi dan sakit jantung. Selain itu, anak dengan alergi juga dapat mengalami keterlambatan pertumbuhan apabila terlambat diagnosa dan penanganan kurang optimal. Sementara dampak ekonomi yang harus dihadapi keluarga adalah meningkatnya biaya pengobatan dan biaya tidak langsung,” ujar Prof. Budi.

Dampak Alergi terhadap Anak-anak

“Anak dengan alergi cenderung memiliki rangkaian penyakit alergi seiring bertambahnya usia. Bahkan diturunkan ke generasi berikutnya. Sehingga alergi penting untuk dideteksi dan dicegah sejak dini dengan menelusuri riwayat alergi keluarga dan pemberian nutrisi yang tepat untuk mendukung sistem imun yang lebih baik. ASI (Air Susu Ibu) dan nutrisi lengkap dan seimbang akan mendukung perkembangan system imun anak. Nutrisi kombinasi prebiotik dan probiotik (SINBIOTIK) merupakan salah satu nutrisi yang dapat mendukung sistem imun anak dalam menurunkan risiko alergi,” ujar Prof. Budi.
Dalam kemampuannya menurunkan alergi, sinbiotik lebih efektif dibandingkan pemberian tunggal prebiotik atau probiotik.

Dampak alergi pada anak
Alergi memberikan dampak yang kurang baik pada tumbuh kembang anak, apabila tidak segera diatasi dengan baik

Efektivitas satu kombinasi sinbiotik tidak bisa diekstrapolasikan kepada kombinasi sinbiotik lainnya. Kombinasi Prebiotik seperti FOS GOS dan Probiotik seperti B.breve dengan komposisi seimbang telah teruji klinis bekerja secara sinergis mendorong keseimbangan kolonisasi Bifidobakterium sehingga mendukung sistem imun dalam menurunkan risiko alergi si Kecil.

Adanya disfungsi terhadap sistem kekebalan tubuh, baik itu dari faktor genetik maupun lingkungan, dapat menyebabkan reaksi alergi dan berbagai efek yang berpengaruh negatif jangka panjang, tidak hanya bagi anak tapi juga bagi orang tua. Selain dampak kesehatan, anak dan orang tua juga dapat menderita dampak psikologis, serta konsekuensi sosial dan ekonomi bagi keluarganya.

Selain memiliki dampak fisik terhadap kesehatan anak, seperti gangguan kulit ataupun gangguan saluran pernafasan, ternyata alergi juga memberikan dampak serius terhadap keadaan psikologis anak. Kondisi ini mampu memicu perubahan perilaku pada anak, seperti adanya gangguan konsentrasi dan gangguan memori.

“Secara sosial, anak dan orang tua bisa merasa rendah diri dan menyerah. Jika hal ini terjadi, pencegahan terhadap risiko alergi pada anak dapat terhambat. Untuk itu, orang tua harus menanamkan semangat positif dan optimis bahwa pencegahan alergi dapat dilakukan sejak dini. Jika reaksi alergi terjadi sebaiknya orang tua jangan panik, usahakan agar si Kecil tetap tenang, jangan berasumsi tentang penyebab alergi si Kecil, lakukan validasi langsung dengan ahlinya,” ungkap Putu Andani, M.Psi., Psikolog dari TigaGenerasi.

Kenali Gejala Alergi Sejak Dini dan Bagaimana Menghadapi Alergi Pada Anak

Bunda, apakah sudah mengetahui mengenai gejala-gejala alergi pada anak?⁠ Alergi adalah merupakan reaksi kekebalan tubuh yang tidak normal dalam mengenali bahan yang sebenarnya tidak berbahaya untuk tubuh.
Sedangkan ALERGEN adalah bahan yang mencetuskan terjadinya alergi, dapat berupa sesuatu yang terhirup atau berupa makanan.

Webinar Bicara Gizi
Dapat banyak ilmu mengenai alergi dari Webinar Bicara Gizi

Contoh alergen yang terhirup seperti : tungau atau kutu debu rumah, serbuk sari tanaman, kecoa, serpihan kulit atau bulu binatang, dan jamur. Contoh alergen berupa makanan seperti: susu sapi, ķacang kedelai, kacang tanah, makanan laut, gandum, telur, ikan, tree nuts.

Tidak perlu khawatir ya Bunda, agar dapat lebih tanggap mengenai gejala alergi pada Si Kecil, Bunda cukup mengingat 3K:

1. Kenali gejala alergi yang dialami Si Kecil

Tahukah Bunda, jika salah satu orang tua memiliki alergi, maka si kecil memiliki risiko alergi 20-30% dan apabila diketahui kedua ortu memiliki alergi, maka risiko anak 40-60%, karena salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko alergi si kecil adalah riwayat alergi pada keluarga, selain itu ada juga pada kelahiran cesar, dan paparan polusi udara seperti asap rokok yang dapat menyebabkan resiko si kecil alergi.

Jangan sampai kita salah deteksi gejala alergi ya Bunda, karena respon tubuh setiap individu anak terhadap alergi itu berbeda-beda loh, makanya tahap berikutnya harus Bunda perhatikan juga.

2. Konsultasikan gejala alergi yang dialami Si Kecil pada dokter

Saat Bunda sudah kenali tanda-tanda dan memperkirakan adanya masalah alergi pada si kecil, seperti keluhan saluran pernapasan, keluhan pada kulit dan keluhan saluran pencernaan, maka Bunda harus segera konsultasikan ke Dokter Spesialis Alergi, agar dapat diatasi dan mengurangi dampak buruk dari alergi.

Untuk di catat nih Bunda, bila Si Kecil teridentifikasi mengalami alergi susu sapi, kita tidak perlu khawatir dengan penanganan yang tepat, dapat langsung mengganti susu sapi dengan susu berbahan dasar soya sebagai alternatif. Selain itu, anak tetap kok boleh mengkonsumsi daging sapi, alergi susu sapi bukan berarti anak tidak diperbolehkan untuk makan olahan daging sapi loh.

3. Kendalikan gejala alergi dengan memberikan nutrisi yang tepat untuk Si Kecil

ASI Eksklusif selama 6 bulan merupakan nutrisi terbaik bagi anak, meskipun anak memiliki gejala alergi. ASI Eksklusif juga bisa mencegah munculnya gejala alergi di kemudian hari.

Penting bagi orang tua untuk mengetahui cara yang tepat dalam upaya mengendalikan alergi pada anak, salah satunya dengan memberikan nutrisi yang tepat yaitu dengan Isolate protein soya.

Asupan gizi seimbang pada anak meski mengalami alergi. Prof. Budi juga mengatakan kalau alergi itu tidak akan hilang dari tubuh seseorang, tetapi jika kita bisa kendalikan dan menjauhkan diri dari alergen pemicu alergi, maka kemungkinan alergi untuk muncul akan berkurang.

Alergi Yang Umum Terjadi Pada Anak

Ini loh jenis-jenis alergi yang umum terjadi Bunda :

1. Alergi Makanan, yaitu reaksi imun tubuh sesaat setelah Si Kecil memakan makanan tertentu. Gejalanya adalah pembengkakan pada bibir, lidah, dan saluran napas, juga bisa berupa gangguan pencernaan seperti diare, konstipasi dan muntah.

2. Alergi Obat, dimana timbul reaksi alergi pada kulit yg merupakan hasil dari pelepasan histamin. Gejalanya adalah biduran, kulit kemerahan dan gatal. Bisa juga disertai mata merah, pembengkakan pada mulut dan tenggorokan.

3. Eksim Atopik,  yaitu kondiri berupa ruam pada kulit yang terjadi pada orang yang berbakat atopi, yaitu individu yang memiliki riwayat alergi dalam keluarga. Gejala pada anak di bawah usia 2 tahun biasanya dengan adanya ruam pada tubuh bagian pipi dan dahi berupa bintil, kemerahan, lepuh halus, kering dan keropeng.

Gejala pada anak di diatas usia 2 tahun biasanya ruam lebih kering, berupa bintil, penebalan kulit dan sedikit bersisik. Biasa terjadi di lipatan tubuh, seperti lipat siku, lipat lutut, pergelangan tangan bagian telapak, kelopak mata dan leher. Jarang terjadi di bagian muka atau wajah.
4. Dermatitis Kontak Alergi, yaitu reaksi pada kulit akibat kontak dengan salah satu bahan kimia tertentu. Gejalanya adalah gatal, kemudian timbul bercak kemerahan, lalu bengkak, berbintil dan melepuh.

Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati

Melihat dampak jangka panjang alergi yang harus dihadapi orang tua dan si Kecil, Danone SN Indonesia berkomitmen untuk menawarkan inovasi terkait deteksi risiko alergi maupun manajemen nutrisi. “Kami berkomitmen untuk mendukung dan mendampingi orang tua dalam masa tumbuh kembang anak. Untuk membantu orang tua mengetahui risiko alergi sejak dini, kami menghadirkan Allergy Risk Screener by Nutriclub untuk mempermudah orang tua mengetahui besar risiko alergi anak berdasarkan riwayat alergi keluarga. Selain itu, kami juga menyediakan inovasi nutrisi dengan kandungan sinbotik yang sudah dipatenkan,” ujar Arif Mujahidin, Corporate Communication Director Danone Indonesia.

Allergy Risk Screener
Kenali gejala alergi pada anak dengan Allergy Risk Screener

Allergy Risk Screener by Nutriclub yang diluncurkan sejak Maret 2020 ini telah diakses sebanyak lebih dari 20.000 kali oleh orang tua di Indonesia. Tools digital ini dapat membantu orang tua maupun tenaga ahli dalam mendeteksi risiko alergi si Kecil hingga membantu pemberian edukasi mengenai pencegahan alergi sejak dini dan membantu mempersingkat waktu konsultasi. Allergy Risk Screener by Nutriclub dapat diakses pada: bit.ly/allergyriskscreener.

Yuk Bunda, kita coba cek apakah anak kita ada gejala alergi sejak dini melalui Allergy Risk Screener, agar kita bisa menemukan langkah yang tepat untuk melakukan pencegahan dan pengobatan alergi anak, sehingga mereka tidak terganggu tumbuh kembangnya.

Spread the love

10 thoughts on “Cegah Alergi Sejak Dini Pada Anak dengan Deteksi Resiko Alergi dan Asupan Nutrisi yang Tepat

  1. Waktu kuliah dulu aku juga belajar tentang alergi dan imun sistem ini. Emang penting banget buat orang ua tahu cara nanganin alergi anaknya. Tapi orang tua juga gaboleh takut ya terus bikin si anak malah gabisa berkembang dengan baik. Pastinya proteksi gizi penting banget emang.

  2. Bener banget Kak, saya waktu kecil alergi juga, makanya makannya juga hati-hati dan dijaga. Lama-lama seiring dengan pertumbuhan imun tubuh alerginya ilang

  3. Ohh iya sih, aku ngalami sendiri alerginya aku kaya nurun ke anakku, alhamdulillah ya anak2 sekarang gizinya bagus2 jadi lebih sehat daripada generasi emaknya

  4. alergi nih ga boleh disepelein banget ya. aku baru ketauan punya alergi ketika SD, tapi itu juga terpicu karena sebelumnya tinggal di negara 4 musim. Balik ke Indonesia, alergi cuaca. hicks.
    Berharap saat besar sembuh, tapi karena punya masalah dengan imunitas malah jadi mudah kepicu sekarang ini.

  5. Saya punya alergi dingin, sehingga mudah bersin2 saat beberes. Sering flu juga akhirnya, kadang bentar kadang lama. Makanya saya mengamati benar gejala pada anak. Ternyata mereka tidak punya gejala tersebut. Aman. Tapi perlu juga belajar Pekan Alergi, agar banyak tahu dan banyak menulis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *