4 Virus Penyebab Demam Berdarah

Posted on

Pagi Bunda, saat kita menghadapi pandemik virus Korona dan diwajibkan untuk tetap di rumah aja, jangan lupa untuk tetap rajin bersihkan rumah dan menghindari terjadinya genangan air ya. Karena bisa menimbulkan Demam Berdarah yang disebabkan oleh nyamuk yang berkembang biak di genangan air.

Demam berdarah dengue disebabkan oleh nyamuk aides eigypty. Nyamuk hitam berbintik putih putih ini merupakan vektor pembawa virus dengue. Tahu gak sih, ternyata virus penyebab demam berdarah pada dasarnya terdiri dari empat jenis.

Nyamuk Aedes Aegypti
Nyamuk Aedes Aegypti penyebab Demam Berdarah Dengue (Pict. asumsi.co)

Virus dengue terdiri dari empat jenis, yaitu virus dengue serotipe-1, serotipe-2, serotipe-3, dan serotipe-4. Namun Keempat jenis tersebut, biasa disingkat DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4, hidup di Indonesia. Inilah 4 virus yang disebut sebagai ‘hiperendemik

Tiap daerah memiliki epidemi virus dengue yang berbeda. Di Indonesia sendiri misalnya Virus dengue pertama kali ditemukan pada 1968. Tiap tahun, jenis-jenis virus dengue ini memiliki pola penyebaran sendiri. Tiap daerah di Indonesia punya karakteristik virus dengue. Bagian barat, tengah, dan timur, pada tahun yang sama memiliki karakteristik epidemi yang berbeda.

Contoh kasus misalkan pada 2018. Jenis virus dengue yang mewabah di Batam adalah DEN-2. Sementara di Ambon, virus yang mewabah adalah DEN-1.

Keanekaragaman virus dengue ini sebenarnya dilatarbelakangi oleh berbagai faktor. Termasuk iklim, kekebalan populasi, dan sifat virus dengue yang sangat mudah bermutasi. mengantisipasi penyebarannya, perlu dilakukan pemetaan jenis virus dengue yang menjangkit daerah-daerah di Indonesia dari tahun ke tahun.

Karakteristik 4 virus dengue tiap virus dengue memiliki karakteristik yang berbeda.DEN-1 punya ciri khas, ketika masuk ke suatu daerah yang belum pernah terjangkit sebelumnya, virusnya sangat cepat menyebar. Namun, tidak menyebabkan penyakit parah meski kasus yang ditimbulkan banyak. Bagaimana dengan DEN-2 dan DEN-3? menyebutkan bahwa kedua jenis ini paling ganas.

DEN-2 dan DEN-3 cenderung menyebabkan keparahan penyakit. Kalau kena, tingkat keparahannya tinggi. Hal ini terjadi di Indonesia juga luar negeri. Sementara itu, DEN-4 adalah jenis virus yang paling sedikit ditemukan serta tidak ganas.

DEN-4 paling jarang diteliti, karena paling sedikit jumlahnya di Indonesia dan di luar negeri. Beda daerah, beda lagi jenis virus yang mayoritas menjangkit masyarakatnya. Pada 2010 di Medan, DEN-3 menjadi jenis virus yang paling masif. Tahun 2013 di Surabaya, mayoritas warganya terjangkit virus DEN-1.

Dulu pada tahun 1970-an, dengue yang paling banyak adalah DEN-2. Begitu terus sampai tahun 1990-an. Tahun 1970-an juga angka kematiannya tertinggi, karena selain virusnya ganas, pengetahuan serta fasilitas tentang DBD di kalangan ahli medis masih minim.

Mutasi genetik virus dengue Virus dengue bermutasi dengan sangat cepat. DEN-1 misalnya, paling mudah ditransmisikan (ditularkan) karena sifatnya yang lebih kuat baik pada tubuh nyamuk maupun manusia.

Lain halnya dengan DEN-2. Virus ini memang ganas, namun ketika suatu virus terlalu ganas, kecenderungannya adalah membunuh orang. Ini disebut teori kompensasi. Ketika organisme patogen ingin menyebar dengan cepat, ia tidak boleh ganas. Ketika ganas, orang yang ia infeksi akan terbunuh. Inilah yang menyebabkan shift, alias perubahan pola penyebaran akibat mutasi genetik pada tubuh virus ini akan bermutasi untuk mengerem keganasannya sehingga bisa tertransmisi dengan baik (pada tubuh manusia.

Jenis virus dengue yang beragam dan bermutasi ini menjadi kendala tersendiri bagi perusahaan farmasi untuk menciptakan virus anti-dengue.itulah mengapa vaksin dengue agak sulit (dibuat), karena terdiri dari empat jenis (virus) dan tidak saling menetralisir.

Maka dari itu demam berdarah tidak bisa dibiarkan dan harus segera diatasi dan diawasi penyebarannya karena tetap dbd ini adalah penyakit yang menular. Apalagi dalam kondisi pandemic di Indoneisa kita harus tetap waspada.

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *