Menjadi Orang Tua Cerdas

Posted on

Sebagai orang tua, kita pasti akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk anak kita, dari pemenuhan gizi, gizi, tumbuh kembang hingga kecerdasan mereka akan menjadi prioritas utama kita.

Pemberian ASI ekslusif 2 tahun akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi seorang ibu, karena dengan begitu anak akan terpenuhi nutrisi dan gizinya di 1000 hari awal kehidupannya.

Terkadang, orang tua yang berhasil memberikan ASI ekslusif yang sedang meningkat, dan hanya bisa didapat dari pemberian MPASI.

Nah loh, bagaimana itu bisa terjadi? Ibu berat lupa, saat anak berusia diatas 6 bulan akan membutuhkan tambahan nutrisi, gizi, zat besi, omega3 dan zat lainnya yang tidak akan tercukupi lipat anak hanya di beri ASI. 

Maka pemberian MPASI dengan pengolahan yang baik, nutrisi yang komplit akan sangat dibutuhkan oleh anak. Ibu, tolong diperhatikan ASI memang terbaik untuk anak kita, tapi tentu saja MPASI juga perlu ya.

Susu formula juga ada kalanya dibutuhkan untuk pemenuhan nutrisi yang tidak bisa didapat saat anak hanya meminum ASI. Saat ini, harga susu formula anak memang terbilang mahal dan memberatkan orang tua, dan hal ini memang ada beberapa dari orang tua yang memilih SKM (Susu Kental Manis) sebagai solusi agar anak tetap rutin minum susu tanpa anggaran belanja.

Pembicara yang dihadirkan pada acara diskusi seru Blogger Gathering bersama Kompeni Sehat adalah dr. Martinus Leman, SpA., beliau adalah dokter anak yang Praktek di RS. Harapan Bunda.

dr. Martinus Leman Sp.A

Forum diskusi ini sangat santai, dan memberikan banyak informasi yang membuka mata saya sebagai ibu. Banyak mitos, dan kepercayaan orang awam dalam menghadapi anak dan ternyata, bisa membahayakan nyawa anak.

Seperti contoh, beri kurma pada dinding mulut anak agar bisa cepat bicara, beri madu pada anak di bawah usia 6 bulan agar sehat. Hal sepele ini bisa membahayakan nyawa anak loh, karena di usianya yang belum 6 bulan, anak belum bisa mencerna zat makanan seperti ini loh.

dr. Martinus Leman, SpA. menjelaskan anak dibawah umur 6 bulan tidak perlu diberi asupan macam-macam, karena bisa membahayakan jiwa anak. Untuk anak di atas 2 tahun sudah bisa makan sama seperti orang tua-nya tidak perlu lagi untuk minum susu, jika anak tidak mau.

Kesalahan yang sering dilakukan oleh orang tua adalah memberi SKM sebagai sarapan anak, mereka berpikir kandungan nutrisinya sama dengan susu formula dengan harga yang lebih murah dan bisa diminum oleh keluarga.

Tahukah kalian, apakah Susu Kental Manis (SKM) ternyata 60% kandungannya adalah gula dan sisa baru nutrisi susu. Hal ini bisa membuat anak obesitas dan beresiko terkena penyakit obesitas di kemudian hari. Karena ibu memberi asupan gula berlebih kepada anak.

Jika ibu sudah memberi asupan sempurna pada makanan anak-anak, maka kebutuhan gizi, gizi, vitamin, mineral, omega3 dan yang lainnya, maka tidak perlu lagi repot-repot bangun anak untuk minum susu formula apalagi SKM.

Yuk mulai sekarang sebagai ibu kita lebih memperhatikan asupan nutrisi dan gizi anak, melalui makanan yang kita olah sendiri. Menciptakan suasana makan yang menyenangkan agar anak suka makan makanan yang terbuat, jadi tidak lagi memberi SKM sebagai tambahan nutrisi bagi anak.

Menjadi orang tua cerdas yang terbaik bagi pertumbuhan anak kita, jangan termakan iklan yang memberi janji sayang, ternyata beri dampak buruk bagi masa depan anak kita nanti.

Poin utama dari diskusi menyenangkan ini adalah:
* Anak di usia 0-6 bulan sudah cukup diberi ASI, karena anak belum mampu mengunyah dan lambungnya belum bisa mencerna makanan selain ASI.
* Saat anak di atas 6 bulan bisa mulai diberi MPASI untuk pemenuhan gizi dan gizi untuk anak.
* Anak diatas usia 2 tahun sudah tidak perlu di paksa meminum susu, karena sudah bisa mencerna makanan seperti orang tua nya.
** Catatan ya buat orang tua, susu SKM itu gula cair rasa susu, tidak mengandung nutrisi yang baik untuk anak, lebih banyak mengandung gula yg bisa menyebabkan penyakit diabetes dan obesitas.
*** Jangan karena SKM murah, anak diberi SKM sebagai menu sarapan, karena nutrisinya sangat rendah

@kompeni_sehat
#stoplostgoldgeneration
#gizipanganlokal
#gizinusantara
#sumbergizilokal
#tiapsusuberbeda

Spread the love

22 thoughts on “Menjadi Orang Tua Cerdas

  1. Wah ternyata pengertian tentang SKM itu salah ya, jadi SKM itu bukan susu yg layak dikonsumsi anak2 ya mba, mengingat kandungan gula nya cukup tinggi jg. Tapi kalo untuk campuran bahan membuat kue gpp kali ya mba.

  2. Dulu kan kita pas SD selalu diajari tentang makanan 4sehat 5sempurna itu yg dimaksud kan susu padahal sebenarnya tidak perlu ya mba. Tapi aku pun suka tergoda sih, apalgi susu UHT, hihi

  3. Di daerah masih banyak ibu-ibu yg salah memahami ttg SKM. Mrk pikir SKM itu sama dg susu formula sehingga msh banyak bayi usia 6 bln yg diberi SKM dlm botol susu oleh ibunya. Pdhal kandungan gula pada SKM sgt tinggi dan tdk baik utk anak.

  4. sudah jadi tugas kita ya bun, sbgi momblogger turut serta meluruskan simpang siur yg terjadi mengenai penggunaan kremer yang salah kaprah. kremer itu pelengkap makanan bukan susu anak

  5. SKM memang bukan susu, tapi sering ada keluarga tidak mampu yang akhirnya memberikan susu SKM untuk anak-anaknya. Miris sih, semoga ekonomi warga Indonesia semakin meningkat agar tidak aada lagi yang menjadikan SKM sebagai susu.

    1. Benar bun, semua karena faktor ekonomi.
      Majsud dari orangtua sih baik, ingin anak-anak menjadi pintar, cerdas dan tumbuh baik seperti di dalam iklan, tapi ternyata SKM bukanlah pilihan yang baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *