Yuk Jadi Orangtua Tanggap Alergi dengan 3K (Kenali, Konsultasikan dan Kendalikan)

Posted on

Selamat pagi Bunda, apa kabar keluarga tercinta hari? Adakah anggota keluarga yang mengalami alergi, sehingga menyebabkan si kecil memiliki risiko terkena alergi dalam masa pertumbuhannya? Terbayang ga sih apa yang terjadi, kalau anak kita ternyata mengalami alergi tetapi kita tidak memahami apa yang menyebabkan anak terdampak alergi? Yuk mulai menjadi #BundaTanggapAlergi agar kita bisa mengurangi risiko dari alergi.

Jangan salah dalam mengenali Alergi
Kalau salah identifikasi gejala alergi, karena pertumbuhan anak bisa terganggu.

Anak saya Azzam saat usia 7 bulan pernah mengalami gejala alergi, tapi berkat penanganan langsung dari Dokter Ahli Alergi, langsung diketahui apa pencetus alergi dan setelah saya menghindari semua alergen yang dapat menyebabkan risiko alergi, sampai sekarang Azzam berusia 4 tahun 7 bulan, tidak pernah lagi muncul tuh alerginya. Oh iya, Azzam alergi terhadap debu dan asap rokok, kalau kambuh bisa bengik seperti gejala asma, kesulitan bernapas terutama menjelang waktu tidur.

Tahu ga sih Bunda kalau di luar sana, banyak loh orang tua yang memiliki anak dengan kondisi alergi, tapi belum paham mengenali tanda-tanda alergi dan cara mengatasinya. Alih-alih mencegah timbulnya alergi, banyak orang tua yang melarang anaknya untuk makan beberapa jenis makanan yang dikiranya adalah pencetus alergi. Tapi hal ini membuat anak-anak kekurangan asupan nutrisi yang seharusnya mereka dapatkan dalam masa pertumbuhan.

SGM Eksplor Soya bersama Sarihusada mengedukasi Bunda terkait Alergi pada anak, khususnya alergi susu sapi dan bagaimana cara mengatasinya, bersamaan dengan perayaan World’s Allergy Week yang dilakukan oleh World Allergy Organization. Perayaan Allergy week merupakan event yang telah dilakukan SGM Eksplor Soya setiap tahun. Event ini juga menjadi tempat saling bertukar pikiran para Bunda membahas seputar alergi anak, terutama alergi susu sapi.

Cari Tahu Apa itu Alergi

Apa sih alergi, bagaimana mengenali dan mengendalikan alergi itu? Semua di bahas pada acara talkshow “Sarihusada Dukung World Allergy Week 2019 melalui Kampanye #BundaTanggapAlergi dengan Gerakan 3K.

Cari tahu mengenai Alergi
Cari tahu mengenai Alergi dan bagaimana mengendalikannya agar anak dapat tumbuh dengan baik tanpa terganggu alergi yang dialaminya (alergianak.com)

Tahu ga kalau angka kejadian dan risiko alergi, termasuk alergi makanan terus terjadi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia loh. Berdasarkan Data World Allergy Organization (WAO), dalam The WAO White Book on Allergy: Update 2013 menunjukkan bahwa angka prevalensi alergi mencapai 10-40 persen dari total populasi dunia , dan 7,5% nya adalah anak-anak. Padahal, alergi makanan pada anak berpotensi mempengaruhi kesehatan anak karena berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan nutrisi, terutama pada masa tumbuh kembang.

Talkshow Alergi Week 2019.
Talkshow Alergi Week 2019.

Berbincang dengan Narasumber :

1. Prof Budi Setiabudiawan, dr., SpA(k), M.Kes. – Konsultan Alergi dan Imunologi Anak,

2. Meutia Athaya – Brand Manager Allergy Care Sarihusada, dan

3. Natasha Rizky – Selebritiu dan seorang ibu

Prof. Budi Setiabudiawan menjelaskan kalau risiko bakat alergi  pada anak akan semakin tinggi apabila diketahui dalam keluarga terdapat riwayat alergi. Kondisi Bunda yang saat melahirkan dengan cara Cesar juga bisa membuat Si Kecil berisiko alergi loh.

ALERGI merupakan reaksi kekebalan tubuh yang tidak normal dalam mengenali bahan yang sebenarnya tidak berbahaya untuk tubuh. Sedangkan ALERGEN adalah bahan yang mencetuskan terjadinya alergi, dapat berupa sesuatu yang terhirup atau berupa makanan.

Contoh alergen yang terhirup seperti : tungau atau kutu debu rumah, serbuk sari tanaman, kecoa, serpihan kulit atau bulu binatang, dan jamur.

Contoh alergen berupa makanan seperti: susu sapi, ķacang kedelai, kacang tanah, makanan laut, gandum, telur, ikan, tree nuts.

Untuk dapat diketahui oleh banyak orang tua, kalau alergi terhadap susu sapi adalah jenis alergi kedua terbanyak yang di alami oleh anak-anak khususnya balita.

Ini loh jenis-jenis alergi yang umum terjadi Bunda :

1. Alergi Makanan, yaitu reaksi imun tubuh sesaat setelah Si Kecil memakan makanan tertentu. Gejalanya adalah pembengkakan pada bibir, lidah, dan saluran napas, juga bisa berupa gangguan pencernaan seperti diare, konstipasi dan muntah.

2. Alergi Obat, dimana timbul reaksi alergi pada kulit yg merupakan hasil dari pelepasan histamin. Gejalanya adalah biduran, kulit kemerahan dan gatal. Bisa juga disertai mata merah, pembengkakan pada mulut dan tenggorokan.

3. Eksim Atopik,  yaitu kondiri berupa ruam pada kulit yang terjadi pada orang yang berbakat atopi, yaitu individu yang memiliki riwayat alergi dalam keluarga. Gejala pada anak di bawah usia 2 tahun biasanya dengan adanya ruam pada tubuh bagian pipi dan dahi berupa bintil, kemerahan, lepuh halus, kering dan keropeng. Gejala pada anak di diatas usia 2 tahun biasanya ruam lebih kering, berupa bintil, penebalan kulit dan sedikit bersisik. Biasa terjadi di lipatan tubuh, seperti lipat siku, lipat lutut, pergelangan tangan bagian telapak, kelopak mata dan leher. Jarang terjadi di bagian muka atau wajah.

4. Dermatitis Kontak Alergi, yaitu reaksi pada kulit akibat kontak dengan salah satu bahan kimia tertentu. Gejalanya adalah gatal, kemudian timbul bercak kemerahan, lalu bengkak, berbintil dan melepuh.

Tanggap Alergi dengan Melakukan 3K (Kenali, Konsultasikan, Kendalikan)

KENALI

Tahukah Bunda, jika salah satu orang tua memiliki alergi, maka si kecil memiliki risiko alergi 20-30% dan apabila diketahui kedua ortu memiliki alergi, maka risiko anak 40-60%, karena salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko alergi si kecil adalah riwayat alergi pada keluarga, selain itu ada juga pada kelahiran cesar, dan paparan polusi udara seperti asap rokok yang dapat menyebabkan resiko si kecil alergi.

Perhatikan gejala alergi pada anak.
Perhatikan gejala alergi pada anak ya Bunda, agar kita dapat memberikan tindakan yang tepat.

Jangan sampai kita salah deteksi gejala alergi ya Bunda, karena respon tubuh setiap individu anak terhadap alergi itu berbeda-beda loh.

KONSULTASIKAN

Saat Bunda sudah kenali tanda-tanda dan memperkirakan adanya masalah alergi pada si kecil, seperti keluhan saluran pernapasan, keluhan pada kulit dan keluhan saluran pencernaan, maka Bunda harus segera konsultasikan ke Dokter Spesialis Alergi, agar dapat diatasi dan mengurangi dampak buruk dari alergi.

Untuk di catat nih Bunda, bila Si Kecil teridentifikasi mengalami alergi susu sapi, kita tidak perlu khawatir dengan penanganan yang tepat, dapat langsung mengganti susu sapi dengan susu berbahan dasar soya sebagai alternatif. Selain itu, anak tetap kok boleh mengkonsumsi daging sapi, alergi susu sapi bukan berarti anak tidak diperbolehkan untuk makan olahan daging sapi loh.

Meutia Athaya, selaku Brand Manager Allergy Care Sarihusada mengatakan bahwa susu yang dapat dikonsumsi oleh anak dengan alergi susu sapi adalah susu SGM Eksplor SOYA, dengan formula yang menggunakan Isolat protein kedelai sebagai sumber protein, sehingga baik diberikan kepada bayi atau anak yang menderita galaktosemia dan bayi atau anak yang memiliki intoleransi terhadap susu sapi. Karena SGM Eksplor SOYA Presinutri+ adalah nutrisi pendamping Asi yg sesuai untuk mendukung tumbuh kembang si kecil menjadi generasi maju, karena memiliki kandungan Isolat protein soya berkualitas, minyak ikan, omega 3 & 6, kalsium, zinc, vit D, 13 vitamin & 11 mineral serta bebas laktosa.

KENDALIKAN

Penting bagi orang tua untuk mengetahui cara yang tepat dalam upaya mengendalikan alergi pada anak, salah satunya dengan memberikan nutrisi yang tepat yaitu dengan Isolate protein soya.

Dalam mengendalikan alergi, kita juga diajak untuk masak bareng Chef Benny, dapat informasi bagaimana mengelola makanan dengan pengganti susu sapi. Ternyata kita bisa masak  dengan menambahkan susu SGM Eksplor SOYA seperti Silky Pudding dan Chicken potatoes Au Gratin, ternyata rasanya enak loh dan anak-anak pasti suka.

Olah masakan sehat menggunakan susu soya
Olah masakan sehat menggunakan susu soya bersama Chef Benny.

 

Banyak makanan yang dapat diolah dengan menggunakan susu soya.
Banyak makanan yang dapat diolah dengan menggunakan susu soya.

Pada event ini hadir juga Natasha Rizky, Mom selebriti cantik dan cerdas ini ternyata memiliki putri yang juga alergi protein susu sapi, Natasha berbagi  pengalaman mengenai putrinya yang juga alergi susu sapi , bagaimana ia mengenali gejala alergi, lalu mengkonsultasikannya ke dokter dan mengendalikan alergi susu sapi dengan memberikan nutrisi yang tepat bagi putrinya.

Bunda masih ragu, tetapi khawatir dengan Si Kecil apakah mengalami alergi atau tidak? Bisa loh langsung kunjungi website AlergiAnak.com untuk cari tahu gejala alergi pada anak, juga dapat langsung konsultasi dengan dokter ahli. Hal ini dijelaskan oleh ibu Mediana Herwijayanti, selaku Digital Marketing Manager Sarihusada.

Kunjungi website alergianak.com untuk kenali, konsultasikan dan kemudian alergi anak secara dini.
Kunjungi website alergianak.com untuk kenali, konsultasikan dan kemudian alergi anak secara dini.

Yuk Bunda jadi bagian dari #BundaTanggapAlergi yang peduli pada asupan gizi seimbang pada anak meski mengalami alergi. Prof. Budi juga mengatakan kalau alergi itu tidak akan hilang dari tubuh seseorang, tetapi jika kita bisa kendalikan dan menjauhkan diri dari alergen pemicu alergi, maka kemungkinan alergi untuk muncul akan berkurang.

 

Spread the love

20 thoughts on “Yuk Jadi Orangtua Tanggap Alergi dengan 3K (Kenali, Konsultasikan dan Kendalikan)

  1. Aku juga punya alergi nih. Dan ternyata anak bungsuku juga alergi seafood. Tapi jarang kambuh sih karena kebetulan dia juga ga terlalu suka seafood. Berarti alergi kemungkinan juga menurun ya.

  2. Whaa kalau lahiran cesar beresiko alergi juga ya anaknya… Btw, alergi debu itu gak mudah juga ya mom pengendaliannya, secara debu kan bertebaran di udara.

  3. Pantesan dulu saudara saya alergi sampai tiadanya. Ternyata alergi itu memang tidak dapat dihilangkan ya?
    3K sangat tepat untuk membantu menangani secara dini penderita alergi khususunya pad anak-anak

  4. Anak saya alergi juga yang kakak malah lebih alergian.
    ga bisa makan jajan sembarangan, langsung batuk ga berhenti.
    Ga bisa kena keringat berlebih, langsung merah2 kulitnya ga karuan.

    untungnya sih setelah 6 taun ke atas udah lebih bisa adaptasi 🙂

  5. Anakku pernah alergi susu sapi tapi cuma jadi kemerahan aja di pipinya setelah minum susu. Alhamdulillah kalo ke perutnya gak ngaruh. Bisa diganti susu soya ya? Sayang, dulu belum tau ada susu soya untuk bayi.

  6. Iya bangeeeet, punya anak alergi mah kudu tanggap. Kasian kalo kita lalai. Aku dulu lalai, ngeri banget saat alergi anak kambuh. Dan sekarang Alhamdulillah, udah bisa ngendalikan. Dengan cegah pemicu, dan ngasih alternatif untuk gantiin kebutuhan dia.

  7. Aku percaya banget sama produk ini, saat anak saya masih kecil dan muli mengenal sufor, segala macam sufir saya beri tidak ada yang bisa bersahabat dengan perutnya,. Setelah saya beralih ke SGM, alhamdulillah menjadi solusi untuk masalah pencernaannya.

  8. Ngomongin alergi, aku tuh heran kalau ketemu orang yang sudah di tahap kenali tapi tidak dikonsultasikan apalagi dikendalikan. Trus bilangnya gini: alah nggak apa-apa dilanggar aja pantangannya. Nanti juga dia kebal sendiri. Padahal bisa bahaya lho kalau pantangan alergi malah ditantang.

  9. Kalau aku alergi udara dingin. Biasanya kalau sudah kena angin dingin langsung bersin dan pilek. Belum tahu nih nurun ke anak apa nggak. Memang sebagai orang tua kita harus tanggap ya masalah alergi ini

  10. anakku bengek mba pemicunya debu dan dingin dan betul sekali harus kenali dulu lalu konsultasikan dan kendalikan pemicunya karena sebelum saya konsultasikan saya jadi ibu yang sok tahu alerginya apa kasih treatmentnya apa hehehe

  11. Nice info, saya semakin mengenali jenis jenis alergi yang ternyata banyak alergennya.
    Kebetulan anak saya alergi salahsatu jenis susu, jadi semakin berhati-hati dalam memberikan makanan dan minuman kepada anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *