Sosialisasi Isi Piringku dan Pola Asuh Anak Kepada Guru PAUD di Jakarta Utara Bersama Walikota, Kemenkes, FKUI dan Danone Indonesia

Posted on

Pagi Bunda, sebagai orang tua yang anaknya mulai belajar di tingkat PAUD, pasti kita akan senang saat tahu semua guru-nya memahami mengenai isi piringku dan pola asuh yang baik bagi anak-anak kita saat di sekolah.

Tidak dipungkiri, kalau Ibu adalah guru pertama anak di rumah, tetapi pengaruh lingkungan lebih besar efeknya bagi anak kita. Saat anak mulai berinteraksi di sekolah PAUD, mereka tahu kalau temannya memiliki pola asuh berbeda, dan anak sedang dalam masa meniru.

Ketika guru PAUD sudah memiliki ilmu dan informasi mengenai pola asuh yang baik, kita bisa berkesinambungan mengajar banyak hal positif kepada anak-anak kita, karena apa yang diajarkan oleh guru tidak jauh berbeda dengan yang kita lakukan di rumah.

Isi Piringku
Pedoman Isi Piringku, bagian dari Germas

Kalau boleh tahu, apakah Bunda sudah menerapkan secara rutin pemenuhan gizi seimbang keluarga dengan isi piringku? Atau masih ada yang belum mengenal istilah yang satu ini? Kita bahas secara detail ya Bunda.

Isi Piringku adalah satu konsep gerakan hidup sehat yang resmi diluncurkan oleh Kemenko PMK sejak tahun 2017 untuk menggantikan konsep 4 Sehat 5 Sempurna yang selama ini menjadi panduan pola hidup sehat di Indonesia.

Isi Piringku adalah panduan makan sehat yang bisa digunakan sebagai acuan sajian sekali makan. Panduan yang dimaksud adalah dalam satu piring makan terdapat lauk-pauk, buah-buahan, sayuran, dan makanan pokok yang bisa dikonsumsi masyarakat untuk hidup lebih sehat.

 

Sosialisasi Isi Piringku dan Pola Asuh Anak Kepada Guru PAUD di Jakarta Utara Bersama Walikota Jakarta Utara, Kemenkes dan Danone Indonesia

 

Untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pola hidup sehat Danone Indonesia bersama Kementrian Kesehatan, FKUI dan Walikota Jakarta Utara melakukan kegiatan “Sosialisasi Isi Piringku” kepada guru PAUD.

Sosialisasi Isi Piringku
Sosialisasi Isi Piringku bersama Walikota Jakarta Utara, FKUI dan Danone Indonesia

Pada sambutannya di kegiatan ini, Bapak Ali Maulana Hakim, selaku Wakil Walikota Jakarta Utara, mengatakan kalau saat ini di wilayah beliau masih ada angka stunting dan ini menjadi PR bersama antara orang tua, guru, dan petugas kesehatan untuk secara berkesinambungan mengatasi permasalahan ini.

Meskipun persentase-nya tampak kecil, namun stunting harus segera diatasi, hal ini dilakukan untuk dapat memutuskan simpul permasalahan yang diakibatkan oleh stunting dimasa yang akan datang.

Wakil Walikota Jakarta Utara
Wakil Walikota Jakarta Utara berikan kata sambutan dalam kegiatan Sosialisasi Isi Piringku.

Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Utara memiliki program “Jakarta Emas” Pemantauan Intervensi Kesehatan Anak Pra Sekolah Terkait Tumbuh Kembang (Pikumbang)

Targetnya adalah anak usia dini (usia 4 – 6 tahun) yang berada di sekolah PAUD, karenanya kegiatan ini sangat membutuhkan dukungan dan bantuan dari Guru PAUD. Diharapkan setelah mengikuti kegiatan sosialisasi ini, para guru PAUD bisa langsung melakukan intervensi melalui kegiatan belajar.

Acara ini juga dihadiri oleh pakar kesehatan yang memberikan ilmu tentang bagaimana gizi seimbang, dan bagaimana pola asuh yang positif sehingga ada keseimbangan dalam membentuk generasi emas nantinya.

Talkshow Isi Piringku dan Pola Asuh Positif
Talkshow Isi Piringku dan Pola Asuh Positif

Kehadiran Psikolog Mbak Verauli juga disambut sangat baik para Guru PAUD, dan sosialisasi ini terlaksana berkat kerjasama DANONE dan FKUI,

Narasumber yang hadir:

– Ibu Wailayati Ningsih, Senior Health & Nutrition Manager Danone Indonesia
– dr. Dian Kusumadewi, M.Gizi • Dokter Spesialis Gizi
– dr. Hartono Gunardi • Dokter Spesialis Anak
– Roslina Verauli, M.Psi., Psi. • Praktisi Psikologi Klinis
– Faza Fairuza Az Zahra (Fay)• Role Model Ibu

Terapkan Isi Piringku Dalam Keseharian

Pada kesempatan ini dr. Dian Kusumadewi, M. Gizi, dokter spesialis gizi menerangkan mengenai Isi Piringku. Dijelaskan kalau tumbuh kembang anak dapat optimal apabila mereka mendapatkan nutrisi seimbang dan stimulasi tepat sesuai dengan usianya.

Pengenalan Isi Piringku
Pengenalan Isi Piringku bersama dr. Dian Kusumadewi

Dijelaskan lebih lanjut kalau “tumbuh” adalah perubahan secara fisik, dilihat dari besar, jumlah, ukuran atau dimensi tingkat sel, organ maupun individu. Sedangkan “kembang” adalah bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks.

Dalam satu piring saji, harus mencakup protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral seimbang. Konsumsi pangan yang beragam sangat penting, karena tidak ada satupun jenis makanan yang mengandung semua jenis zat gizi yang dibutuhkan tubuh.

Memperkenalkan sejak dini semua jenis makanan pokok (yang merupakan sumber karbohidrat), lauk pauk (sumber protein), buah-buahan (sumber vitamin dan mineral), dan sayuran (sumber serat, vitamin dan mineral) dalam satu piring menjadi tugas utama dari Ibu dan guru PAUD di Indonesia.

Pola Asuh Positif Agar Anak Tumbuh Menjadi Pribadi yang Baik

Setelah pemenuhan nutrisi dengan gizi seimbang dilakukan dengan baik, saatnya untuk memenuhi kebutuhan emosional anak dengan pola asuh positif bersama Roslina Verauli, M. Psi. Pada kesempatan ini Guru PAUD mendapatkan ilmu mengenai pola asuh yang baik dan positif agar anak menjadi pribadi yang kuat namun memiliki emosi yang stabil.

Pola asuh positif agar anak tumbuh kembang baik
Pola asuh positif agar anak tumbuh kembang baik bersama psikolog Verauli.

Anak dapat tumbuh dengan baik, saat nutrisi dan gizi seimbang didapatkan sejak usia dini dan kembang dengan pribadi yang kuat dan baik dengan mendapatkan pola asuh positif yang konsisten dari lingkungan dan keluarga.

Pengasuhan positif dimulai dengan asumsi dasar “Setiap anak baik, altruistik dan berkeinginan melakukan sesuatu dengan benar” (Godfrey-2019) 

Dijelaskan oleh Ibu Vera, kalau pengasuhan positif harus memenuhi tiga kriteria berikut:

1. Dilakukan dengan Kasih Sayang

2. Penuh Disiplin

3. Dilakukan dengan Komunikasi dua arah

Bayangkan Bunda, saat anak lebih sering mendapatkan “perintah” dari orang dewasa, terutama Ibu dengan cara yang kasar dan penuh manipulatif. . saat dewasa kelak mereka akan menjadi seperti apa? Sudah tentu mereka akan menjadi pribadi kasar yang emosional dan tempramental.

Sedangkan saat anak “diminta” untuk melakukan sesuatu dengan cara yang baik, dengan alasan yang rasional dan ada komunikasi dua arah (saat anak menolak, kita bertanya kenapa mereka menolak dan ajukan negosiasi agar anak mau melakukan sesuatu yang kita inginkan). Mereka akan tumbuh menjadi seseorang dengan kepribadian yang kuat dan emosional yang tertata dengan baik.

Satu kasus yang menohok saat di ungkap oleh Ibu Vera, “Saat anak menjadi pribadi yang selalu menuruti keinginan orang lain, baik itu orang tua, guru, maupun setiap orang di lingkungannya, , terbayang gak anak kita akan mudah mengalami bullying, mereka juga akan mudah mengalami pelecehan, karena tidak memiliki kemampuan untuk menolak perintah dari orang lain”.

Jadi, Bunda mau anak-anak tumbuh kembang seperti apa, itu semua ada di tangan Bunda dalam melakukan pola asuhnya.

Kemudian hadir juga dr. Hartono Gunardi, dokter spesialis anak yang membahas bagaimana menciptakan Generasi Emas yang diharapkan di masa mendatang. Untuk mewujudkan generasi Emas, peran pola asuh, imunisasi dan stimulasi tepat sangat dibutuhkan.

Selain itu, kegiatan sosialisasi isi piringku dan pola asuh ini juga dimeriahkan dengan kegiatan lomba yel-yel yang dilakukan oleh semua guru PAUD se-Jakarta Utara yang diwakilkan oleh 4 wilayah yaitu Penjaringan, Pademangan, Priuk dan Kelapa Gading.

Saya takjub loh dengan kemampuan semua guru PAUD yang hadir, mereka dapat membuat yel-yel sesuai dengan isi materi yang ada, ada edukasi isi piringku dan pola asuh dalam waktu singkat.

Semoga edukasi dan sosialisasi program isi piringku, juga pola asuh positif ini dapat diterapkan oleh semua guru PAUD yang hadir, dan disosialisasikan lagi kepada guru lain yang tidak hadir di kegiatan ini. Sehingga anak-anak siswa didik tingkat PAUD dapat secara dini mendapatkan pengetahuan mengenai isi piringku.

Negara yang Maju dimulai dari Generasi Muda yang Kuat dan Sehat

Spread the love

5 thoughts on “Sosialisasi Isi Piringku dan Pola Asuh Anak Kepada Guru PAUD di Jakarta Utara Bersama Walikota, Kemenkes, FKUI dan Danone Indonesia

  1. Iya, nih, namanya sudah bukan lagi 4 sehat 5 sempurna. Belum banyak yang tahu, sih. Pernah senyum-senyum saja saat ada diskusi alot di status teman tentang 4 sehat 5 sempurna vs Isi Piringku. Yaah… seru banget, mirip gontok-gontokan.
    Ealah.. malah galfok, saya.

    BTW, saya setuju. Mengasuh anak zaman sekarang harus dengan kasih sayang (plus humor), disiplin serta komunikasi harus 2 arah.

  2. Masih perlu adanya edukasi tentang konsep Isi Piringku, karena sudah terlalu lama ingat dengan konsep 4 Sehat 5 Sempurna. Mempersiakan generasi emas, kita bersama harus peduli pada kesehatan anak secara menyeluruh.

  3. Aku tertarik sama bahasan Mbak Vera nih mbak, pola asuh anak memang harus benar2 di perhatikan ya. Jangan-jangan kita gak sadar udah jdi orangtua yg otoriter yang bisanya memerintah saja. Duh jadi pelajaran bgt nih buat aku nanti. thanks sharingnya ya Mbak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *