Peran Indonesia sebagai Elected Ten DK PBB

Posted on

Bangga sekali bisa bertemu langsung dengan Menteri Luar Negeri Ibu Retno L. P. Marsudi  di Gedung Pancasila. Apa ada yang sudah pernah masuk dan melihat langsung Gedung Pancasila? First Impression saat masuk ke ruangan yang ada, saya sangat kagum dan tidak percaya bisa menginjakkan kaki di sini, serasa masuk Istana Negara loh 🙂 .

Bertemu Menlu Retno L.P Marsudi
Bertemu langsung dengan Menlu Retno L.P Marsudi

Pilar-pilar yang tinggi begitu bersih, dan masih kokoh berdiri, dengan beragam ornamen dan bendera negara-negara lain dunia di dalamnya. Setelah pintu utama, saya melihat jejak-jejak perjuangan Soekarno, dan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) di tahun 1945 ketika menyiapkan landasan untuk negara.

Semoga tidak ada yang melupakan isi dari Pancasila ya, berikut isi dari 5 butir Pancasila:

1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2.Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
3. Persatuan Indonesia
4.Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
5.Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Bersyukur sekali saya berkesempatan menjadi bagian dari Millennials yang diundang untuk lebih dekat mengenal Rumah Menlu, yaitu Gedung Pancasila.

Ini Diplomasi
Bagian dari Millennials yang menyerukan perdamaian untuk Indonesia

Gedung Pancasila ini adalah salah satu dari gedung bersejarah yang ada di Jakarta. Nama Pancasila mengacu pada pidato yang disampaikan oleh Bapak Soekarno di gedung ini, saat beliau menjelaskan mengenai konsep  Pancasila, yang merupakan suatu konsep falsafah yang menjadi landasan Bangsa Indonesia, pada 1 Juni 1945.

Dibangun pada awal 1830-an, bangunan ini merupakan salah satu dari banyak peninggalan dan jejak penjajahan kolonial abad ke-19 di Jakarta. Gedung Pancasila saat ini menjadi milik Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

Gedung Pancasila saat ini menjadi tempat diselenggarakannya upacara peringatan Hari Lahir Pancasila ke-72 pada 1 Juni 2017, dengan Presiden Joko Widodo bertindak sebagai inspektur upacara.

Indonesia di DK PBB
Bincang- bincang santai bersama Bapak Febrian Alphyanto Ruddyar, Direktorat Jenderal Kerja Sama Multilateral.

Tahu gak sih, kalau pada tanggal 8 Juni 2018, Indonesia telah terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2019-2020, bersama Jerman, Afrik​a Selatan, Belgia dan Republik Dominika. Indonesia memulai masa tugasnya pada tanggal 1 Januari 2019 hingga 31 Desember 2020.

Keanggotaan DK PBB Indonesia tersebut merupakan yang ke-empat kalinya, setelah sebelumnya Indonesia menjadi anggota tidak tetap DK PBB pada tahun 1974-1975, 1995-1996, dan 2007-2008.

Bincang- bincang santai bersama Febrian Alphyanto Ruddyar, Direktorat Jenderal Kerja Sama Multilateral membahas mengenai pencapaian prestasi dan kinerja pemerintah Indonesia melalui Kemlu dengan terpilih sebagai Presiden DK PBB.

DK PBB Indonesia
DK PBB Indonesia

Negara Indonesia tahun 2019 – 2020 menjadi Elected Ten Dewan Keamanan PBB (DK PBB) loh. Namun ternyata, belum banyak masyarakat yang tahu soal Indonesia yang menjadi bagian dalam Perdamaian Dunia.

Manfaat dari Peran Serta Keanggotaan Indonesia di DK PBB

1. Merupakan salah satu bentuk perwujudan mandat konstitusi UUD 1945 untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia.

2. Meningkatkan peran kepemimpinan internasional Indonesia.

3. Meningkatkan peran dan kontribusi Indonesia pada misi pemeliharaan perdamaian (MPP) Indonesia.

4. Memperbesar peluang untuk mendorong reformasi DK PBB, utamanya working method.

Selama menjabat Presidensi DK, Indonesia telah bekerja keras dalam berkontribusi menciptakan ekosistem dunia yang lebih baik untuk perdamaian. Dengan mengangkat tema “Menabur Benih Perdamaian“, Indonesia mengangkat isu-isu utama yang menjadi prasyarat tercapainya perdamaian, antara lain aspek pembangunan ekonomi, pemberdayaan masyarakat, perlindungan Hak Asasi Manusia, pemajuan proses politik yang inklusif serta demokrasi.

Komitmen Indonesia bagi perjuangan rakyat Palestina juga sangat jelas terlihat, Indonesia secara tegas menolak pernyataan AS terkait kebijakan aneksasi terhadap wilayah Palestina, dan menjadi penghalang perdamaian berdasar solusi dua negara.

Jangan salah ya, tentara Indonesia juga berperan aktif dalam menjaga perdamaian dunia loh, itu mengapa Kementerian Luar Negeri mengusung #IndonesiaUntukDunia dan #IniDiplomasi dalam setiap kegiatannya.

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *