Jadilah Ibu Pintar!

Posted on
SKM bukan susu untuk tumbuh kembang anak
    Pernah lihat iklan di televisi dengan setting cerita sebuah keluarga bahagia yang mengawali pagi harinya dengan meminum segelas susu kental manis?
    Saya sering sekali, sejak saya kecil sudah disuguhkan tayangan iklan semacam ini. Bahkan sampai melekat di pikiran saya kalau setiap pagi minum susu kental manis pasti keren dan sehat seperti di iklannya.
    Pernah sampai merengek ke orangtua untuk minum susu kental manis, biar seperti teman-teman saya yang lainnya. Maklum saat itu saya termasuk anak yang suka termakan iklan televisi.
    Satu hal yang saya dapat dari rutin minum susu kental manis sejak Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah tubuh saya yang semakin gempal dan pipi tampak lebih membengkak.
    Sejak mengetahui kenyataan pahit dibalik manisnya iklan susu kental manis, banyak penyesalan yang berkecamuk dalam pikiran saya.

    Apa kenyataan pahit itu? Ternyata SKM (susu kental manis) 60% nya adalah gula dengan sedikit perasa susu. Sudah tahu dong kalau kelewat banyak konsumsi gula apa yang akan kita dapatkan? Yups, obesitas dan penyakit diabetes menghantui saya.
Mengikuti Fun Discussion mengenai SKM

Bertempat di gedung Kementrian Negara Pemberdayaan Wanita dan Perlindungan Anak, saya mengikuti Fun Discussion dengan tema Knowing “Milky Ways”, One Step Closer bersama banyak narasumber yang peduli pada Generasi Emas 2045.

Lenny N. Rodalin, SE, Msc, MFin Deputi Menteri PPPA Bidang Tumbuh Kembang Anak

Narasumber pertama adalah Ibu Lenny N. Rodalin, SE, Msc, MFin Deputi Menteri PPPA Bidang Tumbuh Kembang Anak di acara ini memaparkan rencana untuk mempercepat Indonesia Layak Anak 2030.

Dalam mengedukasi masyarakat, harus jelas targetnya. Ada 5 channel utk mengedukasi anak2, melalui orang tua, anak-anak, sekolah, guru, dan lingkungan.

Ayo kita memulai hidup sehat dari diri sendiri, mulai STOP minum SKM (susu kental manis) sebagai minuman pendamping sarapan. Karena generasi Indonesia membutuhkan nutrisi dan gizi yang optimal, bukan diracuni oleh timbunan gula yang berlebih pada tubuhnya.

Mari kita wujudkan IDOLA “Indonesia Layak Anak” dan wujudkan Generasi Emas 2045. Dengan memberikan edukasi nutrisi dan gizi yang baik, agar terhindar dari Penyakit Tidak Menular.

Kita harus edukasi anak-anak kita untuk hidup sehat, jauhi rokok, mengurangi garam dan gula dan berhenti minum SKM.

Untuk bisa mengubah persepsi SKM adalah kreamer rasa susu, sebaiknya diajak juga para produsen  dan perusahaan agar mereka tidak hanya berfikir soal profit, tetapi ikut serta dalam membangun generasi emas 2045.

Gerakan bersama untuk kampanyekan hidup sehat yang harus dibangun adalah sistem. Bukan hanya sekedar proyek wacana saja.

Perubahan paradigma dalam pembangunan anak bukan hanya sekadar program CSR, harus terjun langsung ke lapangan dan menyasar kebutuhan serta membuat regulasi pasti.

Dr. Marya W. Haryono , MGizi, SpGK

Dr. Marya W. Haryono , MGizi, SpGK menjelaskan tentang Gizi Seimbang dan Sehat bagi tubuh kita, beliau juga menjelaskan sumber gizi yang dibutuhkan tubuh. Menurutnya, komponen yang harus dipenuhi adalah karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral .

Yang dimaksud dengan gizi seimbang adalah terpenuhinya kebutuhan Energi, Karbohidrat, Protein, dan Lemak. Untuk kebutuhan mikronutrien Sayur dan Buah (pemenuhan vitamin dan mineral) juga cairan yang mencukupi

Andi Khomeini, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia

Selanjutnya ada Bapak Andi Khomeini, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, yg akan jelaskan mengenai Transisi Epidemiologi Gizi

Dulu, nenek moyang kita adalah pemburu dan memakan apa yg ditemui. Hingga sekarang pola makan sudah dipengaruhi Gaya hidup sebagai bukti peningkatan kemampuan.

Masalah di Indonesia saat ini, lebih banyak penyakit akibat gaya hidup dari pada akibat dari penyakit menular. Nenek kita dulu konsumsi kalorinya hanya 1/3 dari yg kita makan sekarang ini.

Meningkatnya pemakaian gula, garam, dan penyedap yang menyebabkan obesitas dan diabetes

Perkumpulan Bunda cerdas Dr. Reisa Broto Asmoro

dr. Reisa Broto Asmoro mengatakan, memberi penjelasan mengenai kesehatan memang sulit kalau tidak menggunakan bahasa yang ringan dan mudah diterima masyarakat.

Ada kasus di Tangerang, anak gizi buruk karena minum air tajin dan akhirnya meninggal dunia. Padahal ada program susu gratis di puskesmas, ini terjadi hanya karena orang tuanya malu kalau harus membawa anaknya ke posyandu akibat terlihat kurus dan kurang gizi.

Ibu, artis dan presenter Dian Ayu

Dian Ayu, artis dan presenter yang juga seorang ibu bertanya soal teknik MPASI yang benar.

Kandungan gula pada SKM itu bisa lebih dari 40%, bahkan ada yang sampai 60%. Sedangkan menurut WHO kadar gula yang dibolehkan hanya 10% bagi tubuh dalam setiap harinya.

Bukannya melarang minum atau mengkonsumsi SKM loh, tetapi cobalah untuk menjadi ibu yang bijak dan lebih pintar dalam memilih susu bagi pertumbuhan anak kita.

Pastinya kita ingin suatu saat kelak anak-anak kita pintar dan sukses, dan ini bisa tercapai saat kita optimal dalam pemenuhan gizi dan nutrisi mereka, terutama di 1000 Hari Pertama Kehidupan.

Saya juga sudah mengurangi pemakaian SKM, tidak lagi stok di rumah dan sebisa mungkin menghindari penggunaan SKM.

Untuk mendapat ilmu dan informasi mengenai kesehatan, yuk kunjungi media sosial Kompeni Sehat.

IG : @kompeni_sehat
Twitter : @KompeniSehat

Spread the love

14 thoughts on “Jadilah Ibu Pintar!

  1. Kok yo cerita pas kamu kecil sama banget sama aku dulu. Untungnya mamah dirumah ga nyetok susu. Karena tau akan abis sama anaknya. Jadilah skm diminum jarang jarang. Dan skrg baru tau kalo 60% nya adalah gula

  2. Bijak memilih asupan gizi untuk keluarga tercinta, jangan sampai beli kucing dalam karung, niat m sehat tapi zook yang didapat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *