Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2018

Posted on

Pagi moms, sudah tahu belum kalau setiap tanggal 10 Oktober diperingati sebagai Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS)? Begitu banyaknya kasus bunuh diri dan bullying ada anak dan remaja, sehingga diperlukan peningkatan kesadaran seluruh warga dunia akan pentingnya kesehatan jiwa dalam rangka mewujudkan masyarakat yang sehat fisik maupun jiwanya.

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia
Selamat Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2018. (pict. Tribun Solo)

Di tahun 2018 HKJS di fokuskan pada generasi muda, dan dampak dari perubahan dunia pada generasi muda. Maka Tema yang di usung adalah “Young People and Mental Health in a Changing World” atau “Generasi Muda yang Bahagia, Tangguh dan Sehat Jiwa Menghadapi Perubahan Dunia”.

Bahkan sejak kita di Sekolah Dasar sudah dikasih tahu ya moms, kalau “Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat”. Jadi ga mungkin akan ada negara yang kuat dan maju kalau para pemudanya memiliki jiwa yang ga sehat.

Miris sekali loh moms saat kita keluar rumah, banyak anak-anak di pinggir jalan yang mengamen dan berkumpul di jam sekolah. Banyak dari mereka yang berpenampilan tidak selayaknya anak remaja. Bahkan di setiap kata yang keluar dari mulut mereka saat mengamen banyak berisikan hujatan, terlebih kalau mereka tidak dapatkan uang.

Saat saya masih sekolah dulu, saya ingat kalau yang namanya pengamen dan anak jalanan bisa dihitung dengan jari, baru akan ketemu mereka saat naik kendaraan umum seperti bus PPD. Tetapi moms, sekarang kita akan temukan mereka di setiap sudut mata memandang. Tanpa ragu mereka naik di angkutan umum dan mengamen, memaksa penumpang untuk memberi uang kepada mereka.

Kalau mereka memiliki jiwa yang sehat, saya pikir ga mungkin mereka akan melakukan itu semua. Anak usia sekolah seharusnya berada di dalam kelas mempelajari mengenai banyak hal baik yang dapat membantu mereka menjadi orang yang pintar dan mencapai cita-cita sehingga bisa membuat bangga kedua orangtua.

Kesehatan menurut UU No. 36 tahun 2018 tentang Kesehatan Adalah keadaan baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Oleh karena itu tidak akan ada Kesehatan tanpa Kesehatan Jiwa.

Perubahan gaya hidup dan perubahan teknologi menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga keseimbangan hidup. Apabila kita tidak bisa kontrol, bisa-bisa teknologi akan menguasai kehidupan kita. Generasi muda di era millenial dan digital lebih banyak menghabiskan banyak waktu dalam hidup mereka untuk berinteraksi di dunia maya.

Saat dunia semakin canggih moms, ternyata generasi muda semakin rentan terhadap kejahatan, bullying, bahkan kecanduan permainan dan games. Kesehatan jiwa generasi muda menjadi sangat rentan karena banyaknya pengaruh buruk dari dunia digital tanpa bisa diawasi dan di antisipasi oleh orang tua.

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia
Hindari anak dari depresi, ciptakan suasana keluarga yang sehat dan bahagia agar anak memiliki pondasi jiwa yang kuat.

Peran orang tua sangat diperlukan dalam mendampingi anak-anak dan memberikan arahan saat tumbuh kembang mereka, berikan mereka pondasi mental yang baik agar anak-anak bisa melindungi diri dari beragam ancaman, terutama bullying.

Gangguan mental emosional adalah salah satu masalah yang cukup besar di Indonesia. Masalah pikiran, perasaan dan perilaku yang dapat membuat orang kesulitan dalam menjalani peran dan kehidupan sehari-hari. Biasanya akan mengalami kesulitan tidur, ketegangan pada sebagian besar tubuh, mood yang berubah cepat, berkurangnya semangat hidup dan tidak adanya semangat hidup.

Berdasarkan fakta moms, 1 diantara 6 anak usia 10 – 19 tahun mengalami depresi yang merupakan awal dari gejala sakitnya jiwa mereka. Sebagian besar kasus tidak terdeteksi dan tidak mendapatkan pengobatan, sehingga bunuh diri menjadi penyebab ketiga terbesar kematian pada usia 15 – 19 tahun.

Hal tersebut dapat memberi pengaruh buruk moms, dan apabila kondisi kejiwaan remaja ini berlanjut sampai dewasa, makan akan mempengaruhi kesehatan fisik dan mental mereka.

Suatu negara akan lemah dan mudah diserang saat generasi mudanya sakit, terlebih apabila jiwa mereka yang sakit. Untuk itu diperlukan peningkatan psychological well-being dan melindungi remaja dari pengalaman buruk dan faktor risiko yang dapat mempengaruhi potensi mereka untuk berkembang, hal ini dilakukan agar kesehatan fisik dan mental pada saat dewasa bisa lebih baik.

Semoga kita bisa menjadi pelindung anak-anak kita ya moms, bisa memberikan dukungan dan mengajarkan anak untuk terbuka, sehingga menghindari anak dari bullying. Menjadikan mereka pribadi yang kuat dan memiliki jiwa yang sehat.

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *