Diskusi FMB9 Perekonomian dan Pembangunan Kewilayahan

Posted on

Menyambut 3 tahun masa pemerintahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo – Jusuf Kalla, kabinet kerja pemerintahan melakukan suatu forum diskusi yang dinamakan Forum Merdeka Barat 9 (FMB9), terbuka bagi media dan netizen pada tanggal 17-19 Oktober 2017 bertempat di Kantor Staf Presiden, Gedung Bina Graha, Jl. Veteran Nomor 16, JakartaPusat.

Sebagai netizen, saya sangat bangga bisa melihat dan mendengar secara langsung forum diskusi yang biasanya tertutup bagi masyarakat umum seperti saya.

Yuk cari tau bagaimana perkembangan perekonomian Indonesia selama 3 tahun kepemimpinan dari Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Diskusi Mentri Kabinet Kerja Bersama

ForumMerdekaBarat9
“3TahunPemerintahanJokowi-JK”

Bangun Pondasi Pertumbuhan dan Pemerataan
JAKARTA(17/10/2017)-Menko Perekonomian Darmin Nasution menegaskan bahwa kebijakan
ekonomi yang dicanangkan pemerintahan Jokowi-JK Bangun Pondasi untuk Pertumbuhan dan
Pemerataan. Hal itu dipaparkan Darmin Nasution dalam Diskusi Media dengan tema “Pembangunan Ekonomi Baru dan Peningkatan Produktivitas untuk Menunjang Pemerataan

Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kepala Bekraf TriawanMunaf dan Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong, juga memaparkan kebijakan dan kinerjia instansi yang mereka pimpin. Sedangkan
Juru Bicara Presiden RI, Johan Budi bertindak seagai moderator yang memandu diskusi. Acara
ini diselenggarakan Kantor Staf Kepresidenan bersama Kementerian Komunikasidan
Informatika (KemKominfo) dalam rangka mengulas kinerja 3 (tiga) tahun pemerintahanJokowi-JK.

Menurut Darmin, pemerintah berusaha mengkoversi subsidi menjadi pengeluaran untuk
membangun infrastruktur, bantuan sosial dan pendidikan.

“Infrastruktur di negara kepulauan adalah infrastuktur yang menyebar diseluruh wilayah Indonesia. Ini juga menjadi pondasi untuk pemetaan minimum antar wilayah,” tambah Darmin lagi.
Sedangkan pemerataan antar daerah dipenuhi pemerintah melalui bantuan sosial.

“Jadi, pemerintah mengorbankan subsidi untuk menggenjot pembangunan infrastruktur, pengeluaran bantuan sosial dan belanja pendidikan,” tukas Darmin. Mantan Gubernur Bank Indonesia ini juga mengatakan bahwa pembangunan yang dilakukan pemerintah cukup seimbang. Hasilnya,pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, giniratio, semuanya positif

Menko Darmin: Tiga Tahun Inflasi Kurang Dari 4 Persen

Menko Darmin Nasution menegaskan, ekonomi Indonesia terus menunjukkan perbaikan yang menggembirakan. Hal itu ditunjukkan dari berbagai indikator ekonomi, antaralain; kemiskinan yang menurun, pertumbuhan ekonomi yang stabil, inflasi yang terkendali, ketimpangan pendapatan menurun dan pengangguran yang juga menurun.
“Untuk inflasi, tiga tahun terakhir selalu dibawah 4%,” demikian kata Darmin Nasution dalam
paparan tiga tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo-Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Menurut Darmin, pertumbuhan ekonomi yang tadinya melambat, kini berbalik lebih cepat lagi.
“Kita beharap bergerak ke 5,2 %. Syukur-syukur lebih sedikit,” katanya.
Pondasi ekonomi kita, lanjut Darmin, sangat bagus. Ini jadi modal dasar bagi perekonomian
kedepan. Terlebih dari sisi infrakstruktur, kini sudah merata di seluruh Indonesia.

Dari sisi inflasi, kata Darmin, pemerintah berhasil mengelola dengan baik. “Sejarah ekonomi
Indonesia, sebelum krisis 1998, inflasi kita selalu double digit. Setelah krisis ekonomi, inflasi pelan-pelan menurun. Tiga tahun terakhir selalu dibawah 4%,” jelasnya.

Darmin optimistis, inflasi akan terus menurun hingga 3,5 persen plus minus 1.” Di pemerintahan
mendatang, bila terus terjaga bisa jadi 3 persen, lalu 2 persen plus minus 1. Saat itu, kita bisa sejajar
dengan negara maju yang lain,” tegas Darmin.

Sektor pariwisata nasional kini menjadi primadona baru bagi pembangunan nasional. Sumbangan devisa maupun penyerapan tenaga kerja dalam sektor ini amat signifikan bagi devisa negara.

Bahkan, diperkirakan pada tahun 2019 sudah mengalahkan pemasukan devisa dari industri kelapa sawit (CPO). Hal tersebut disampaikan Menteri Pariwisata Arief Yahya ketika memaparkan Kinerja Tiga Tahun  Pemerintahan Jokowi-JK bertajuk  “Pembangunan Ekonomi Baru dan Peningkatan
Produktivitas untuk Menunjang Pemerataan
” dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

Penjelasan soal ini juga dipaparkan oleh Menko Perekonomian Arief Yahya, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) TriawanMunaf, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong.
“Presiden Joko Widodo sudah menyadari dan meminta agar pariwisata menjadi sektor unggulan terbesarnasional,” jelas Menpar Arief Yahya.
Arief menjelaskan dari hasil riset Wolrd Bank, sektor pariwisata adalah penyumbang yang paling
mudah untuk menghasilkan devisa, dan pendapatan domestik bruton (PDB) suatu negara. Pasalnya, dampak
turunan dari investasi di sektor pariwisata terhadap PDB memang amat besar.

World Bank mencatat investasi di pariwisata sebesar US$ 1 juta mampu mendorong 170% dari
PDB. Ini merupakan dampak ikutan tertinggi suatu industri kepada negaranya. Sebab, industri
pariwisata mampu menggerakkan usaha kecil menengah seperti kuliner, cinderamata, transportasi dan lainnya.

“Perolehan devisa negara dari sektor – sektor pariwisata sejak tahun 2016 sudah mengalahkan
pemasukan dari migas dan dibawah pemasukan dari CPO. Diperkirakan pada tahun 2019,
sektor pariwisata menjadi penyumbang utama devisa Indonesia,” tukasnya.

Satu hal, Indonesia dinilai oleh media top Inggris, The Telegraph sebagai salah satu dari 20 negara dengan pertumbuhan paling cepat di sektor pariwisata. Dikatakan, pertumbuhan pariwisata Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mencapai 25,68%. Sedangkan industri pelesiran dikawasan ASEAN hanya tumbuh sebesar 7% dan semantara dunia hanya berkembang sebesar 6%.

Selain itu, dibandingkan dengan negara jiran seperti Malaysia, Singapura dan Thailand, Indonesia juga lebih unggul dalam hal Tourism Branding dan Destinasi dengan berbagai penghargaan yang diraih Indonesia.
Indeks Daya Saing Pariwisata Indonesia menurut World Economy Forum (WEF) menunjukkan perkembangan yang sangat menggembirakan. Peringkat Indonesia naik hingga 10 poin dari peringkat 50 pada tahun 2015 menjadi 42 pada tahun ini. Satu hal dari peningkatan jumlah wisatawan manca negara yang meningkat selama tiga tahun terakhir dari 10 juta orang pengunjung pada tahun 2015 menjadi 12 juta pada tahun lalu menambah tebal pemasukan devisa negara dari US$ 12,336 miliar menjadi US$ 12,441miliar. Adapun dalam paruh pertama tahun 2017 ini, sudah tercatat jumlah wisatawan asing mencapai 7,8 juta orang.
Demi meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dengan targetnya 20 juta kunjungan pada 2019, Kementerian Pariwisata mempromosikan 10 destinasi wisata baru di Indonesia.
Menpar menjelaskan bahwa destinasi pariwisata Indonesia yang saat ini sedang gencar dipasarkan bisa terus berkembang pesat karena
sudah berkembang, serta ada juga destinasi yang masih di kembangkan. Berbagai destinasi
memang dikategorikan berdasarkan kesiapan amenitas, atraksi dan akses masing-masing,
untuk menyambut wisatawan.
Destinasi yang pengembangannya prioritas ada 10, meliputi: Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Mandalika, Morotai, Borobudur, Danau Toba, Kepulauan Seribu, Bromo, Tengger, Semeru,
Wakatobi, dan Labuan Bajo. Sementara itu, 10 daerah yang sektor pariwisatanya sudah
berkembang dan lebih siap menyambut banyak turis meliputi 3 destinasi diving: Wakatobi, Raja
Ampat, Bunaken, serta 3 destinasi pemasaran utama: Bali, Jakarta, Kepri, sertaBanyuwangi, Bandung, serta Joglosemar.

Kemenkop UKM dongkrak PDB koperasi dan Rasio Kewirausahaan

Dalam agenda Nawacita Presiden Joko Widodo – Wakil Presiden Jusuf Kalla, Kementrian Koperasi dan UKM mengemban mandat Nawacita ke-6, yaitu meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan Nawacita ke-7 yang menggerakkan kemandirian ekonomi dengan terus memacu sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

Program Pengembangan Koperasi dan UKM yang dilakukan pemerintah, terdiri dari tiga langkash strategis, yaitu Reformasi Koperasi.

Reformasi Koperasi terdiri dari tahapan sebagai berikut :
1. Reorientasi, yaitu mengubah paradigma pembangunan koperasi dari kuantitas menjadi kualitas untuk mewujudkan koperasi modern berkualitas dan berdaya saing tinggi.
2. Rehabilitasi, memperbaiki dan membangun database system koperasi melalui Online Database System (ODS) untuk mendapatkan data koperasi yang akurat.
3. Pengembangan, yaitu meningkatkan kapasitas koperasi melalui regulasi yang kondusif, perkuatan SDM, kelembagaan, pembiayaan, pemasaran dan teknologi.

Kementrian Koperasi dan UKM juga mendorong kemudahan akses pembiayaan koperasi dan UMKM. hal ini dilakukan dengan mendorong percepatan penyaluran KUR. Untuk pertama kalinya pemerintah menetapkan Kospin Jasa ditetapkan menjadi penyalur KUR.

Program strategis yang dijalankan Kementrian Koperasi dan UKM memberikan dampak :
1. Berdasarkan data Kementrian Koperasi dan UKM dan BPS yang telah diolah, kontribusi PDB Koperasi terhadap PDB Nasional dari 1,71 pada tahun 2014 naik menjadi 3,99% pada tahun 2016
2. Rasio kewirausahaan nasional yangbpada tahun 2014 masih di titik 1,65% melonjak menjadi 3,01%

Kita sebagai netizen dan warga Indonesia yang baik, harus terus mengawal setiap kebijaksanaan yang dilakukan oleh Pemerintah, untuk mewujudkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Spread the love

8 thoughts on “Diskusi FMB9 Perekonomian dan Pembangunan Kewilayahan

  1. 3 tahun bukan waktu yang singkat ya..oleh sebab itu apa salahnya kalo kita ikut mendukung kerja nyata pemerintahan sekarang ini agar dapat menuntaskan seluruh program kerjanya. Makasih untuk sharing infonya ya.

  2. Terang aja Indonesia menjadi sorotan untuk destinasi pariwisata, disetia kota atau daerah indonesia memancarkan kekayaan alam Indonesia serta budaya, maka kita harus bangga dengan Indonesia. Makin cinta Indonesia pokoknya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *