BPJS Berikan Banyak Kemudahan Bagi Masyarakat

Posted on

Selamat Pagi Moms, sudah lama ya Mama Azzam tidak update mengenai layanan BPJS Kesehatan, meskipun masih ada segelintir masyarakat yang menyatakan tidak puas dan menghadapi kendala dalam mendapatkan pelayanan kesehatan melalui BPJS, tapi tidak sedikit masyarakat yang merasakan manfaat dan tertolong oleh BPJS.

Mungkin pemberitaan nasional hanya ekspos masalah pemberitaan mengenai rumah sakit yang tidak lagi menjadi rekanan BPJS dalam menangani pasien. Tapi di luar itu banyak sekali masyarakat yang tertolong, sehat dan bertahan hidup berkat pelayanan kesehatan BPJS.

Buat kalian yang masih ragu dan mikir 100x untuk menjadi peserta BPJS bisa deh langsung mampir dan baca-baca berita mengenai testimonial masyarakat yang terbantu oleh BPJS di Jamkesnews . Dengan rutin membayar iuran bulanan, kita sudah banyak membantu orang lain. Alhamdulillah kan ya, kalau kita tidak diberikan penyakit, diberi kesehatan dan kesempatan untuk membantu banyak orang.

Capaian BPJS  selalu positif setiap tahunnya
Capaian BPJS selalu positif setiap tahunnya

Alhamdulillah nih, Mama Azzam dapat kesempatan hadir dalam kegiatan “Public Expose Laporan Pengelolaan Program JKN-KIS Tahun 2018” yang berisikan laporan perkembangan dan capaian dari BPJS selama tahun 2018.

Digitalisasi Sistem Pelayanan dan Pembiayaan Kesehatan Sebagai “Game Changer” Dunia Kesehatan

Sudah 5 tahun sejak implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) inovasi layanan digital berkembang pesat. Bahkan mulai terasa mengubah tatanan sistem pelayanan kesehatan di Indonesia. Dalam implementasi JKN-KIS ekosistem teknologi informasi secara alamiah terbentuk di tengah tantangan revolusi industri 4.0.

Public Expose BPJS
Public Expose BPJS

“Kita tidak bisa melawan arus perkembangan teknologi informasi, menghindar atau bahkan menolaknya. Berbagai layanan digital yang tumbuh di era JKN-KIS akan mendobrak dan mengubah cara berpikir masyarakat, lebih jauh akan membawa revolusi besar dalam tatanan sistem pelayanan kesehatan di Indonesia,” kata Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris dalam acara Public Expose BPJS Kesehatan tahun 2019 di Jakarta, Jumat (24/05).

Fachmi menambahkan pemanfaatan teknologi informasi juga akan menjadi kesempatan bagi Program JKN-KIS untuk mendorong sistem pembiayaan dan pelayanan kesehatan yang berkualitas namun tetap efektif dan efisien dari sisi pembiayaan.

Capaian BPJS tahun 2018
Capaian BPJS tahun 2018

“Hal tersebut harus mulai diadaptasi oleh pihak yang terlibat dalam Program JKN-KIS. Mulai dari peserta, fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan dan seluruh pemangku kepentingan lain. Kita harus siap berubah menuju digitalisasi pelayanan kesehatan,” kata Fachmi.

Fachmi menjelaskan BPJS Kesehatan mengembangkan berbagai aplikasi yang diharapkan dapat mendukung keberlangsungan program ini. Setidaknya ada 5 ekspektasi peserta dari pelayanan JKN, diantaranya kemudahan memperoleh informasi terkait Program JKN-KIS, kemudahan dan kecepatan mendaftar, kemudahan dan kepastian membayar iuran, mendapat jaminan di fasilitas kesehatan serta, serta menyampaikan keluhan dan memperoleh solusi.

Dari sisi kemudahan dalam memperoleh informasi BPJS Kesehatan telah mengembangkan aplikasi Mobile JKN. Mobile JKN adalah one stop service yang terus dikembangkan BPJS Kesehatan dan dapat digunakan untuk memperoleh informasi, mendaftarkan diri, membayar iuran, mengetahui informasi kepesertaan, informasi kesehatan (tele consulting) dan ke depan akan dikembangkan sistem antrian pelayanan kesehatan.

Di sisi kemudahan pendaftaran telah dikembangkan banyak kanal pendaftaran khususnya berbasis teknologi informasi yaitu pendaftaran secara online, melalui Mobile JKN, melalui BPJS Kesehatan Care Center 1500400. BPJS Kesehatan juga mengembangkan elektronik data badan usaha (e-Dabu) untuk pendaftaran peserta kategori Pekerja Penerima Upah (PPU) yang sangat memudahkan pemberi kerja untuk mendaftarkan serta meng-update data peserta.

Dari sisi kemudahan dan kepastian pembayaran iuran, dapat dilakukan melalui autodebit baik melalui bank maupun non-bank via aplikasi Mobile JKN, e-commerce, dll. Saat ini sebanyak 686.735 kanal pembayaran iuran dapat dipilih dan dimanfaatkan peserta JKN-KIS.

Dari sisi pelayanan kesehatan, pemanfaatan teknologi dikembangkan mulai dari penggunaan aplikasi Health Facilities Information System (HFIS), Rujukan Online, Klaim Digital (Vedika), pemanfaatan finger print di fasilitas kesehatan serta Deteksi Potensi Fraud melalui Analisa Data Klaim (Defrada). Pengembangan ini diimplementasikan agar pelayanan kesehatan yang diterima oleh peserta efektif, efisien namun tetap mengedepankan mutu dan kualitas.

Dari sisi kemudahan menyampaikan keluhan BPJS Kesehatan mengembangkan aplikasi Sistem Informasi Penanganan Pengaduan (SIPP) yang terintegrasi baik di fasilitas kesehatan, kantor cabang BPJS Kesehatan, Mobile JKN, BPJS Kesehatan Care Center 1500400, Website dan LAPOR!. Pengelolaan Pengaduan ini mendapat apresiasi dari Kementerian PANRB di tahun 2018. BPJS Kesehatan menjadi 10 lembaga terbaik dalam pengelolaan pengaduan pelayanan publik.

Kinerja Pengelolaan Program JKN-KIS 2018
BPJS Kesehatan memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), yang sekarang dikenal dengan istilah Wajar Tanpa Modifikasian (WTM) untuk tutup buku tahun 2018 atau ke-5 secara berturut-turut sejak implementrasi Program JKN-KIS, dari Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradiredja Suhartono yang berafiliasi dengan Nexia International.

BPJS Kesehatan juga memperoleh skor aktual 85,72 dari skor maksimal 100 dengan predikat Sangat Baik, untuk pengukuran Good Governance Tahun 2018 oleh BPKP.
BPJS Kesehatan lembaga yang telah melaksanakan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) 100% dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Jumlah peserta Program JKN-KIS sampai akhir tahun 2018 adalah 208.054.199 jiwa.

Sampaidengan 19 Mei 2019, jumlah tersebut meningkat menjadi 221.580.743 jiwa. Jika disandingkan dengan data penduduk dari Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil Semester II tahun 2018 sebanyak 83,6% penduduk Indonesia telah ter-cover jaminan kesehatan lewat JKN-KIS.

Untuk jumlah pendapatan iuran JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan tahun 2018 mencapai Rp81,97 triliun. Jika diakumulasikan sepanjang 5 tahun, maka total iuran JKN-KIS mencapai Rp317,04 triliun.

Pemerintah telah membiayai Penerima Bantuan Iuran (PBI) di tahun 2018 sebanyak 92,1 juta jiwa dengan akumulasi iuran selama 5 tahun sebanyak Rp115,5 triliun. Sebagai bentuk komitmen Pemerintah di tahun 2019 jumlah Kepesertaan PBI ditingkatkan menjadi 96,8 juta jiwa dengan proyeksi iuran yang akan dibayarkan sebesar Rp 26,7 Triliun

Saat ini ada 686.735 kanal pembayaran iuran, baik konvensional, modern maupun berbasis financial technologi (fintech). Tahun 2018 BPJS Kesehatan sudah bermitra dengan 23.292 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang terdiri atas puskesmas, Dokter Praktik Perorangan (DPP), klinik TNI/Polri, klinik pratama, rumah sakit D pratama, dan dokter gigi praktik perorangan.

Di tingkat Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 2.455 rumah sakit dan klinik utama. Pada tahun 2018, pemanfaatan di FKTP mencapai 147,4 juta, pemanfaatan di poliklinik rawat jalan rumah sakit sebesar 76,8 juta, dan pemanfaatan rawat inap di rumah sakit sebanyak 9,7 juta. Jika ditotal, maka ada 233,9 juta pemanfaatan pelayanan kesehatan di seluruh tingkat pelayanan.

Rata-rata pemanfataan pelayanan kesehatan per hari kalender adalah 640.822 pemanfataan. Adapun total pemanfaatan dari tahun 2014 sampai dengan 2018 adalah 874,1 juta pemanfaatan. Indeks kepuasan peserta terhadap Program JKN-KIS mencapai 79,7% masuk kategori tinggi, indeks kepuasan fasilitas kesehatan yang melayani pasien JKN-KIS secara total mencapai 75,8% masuk kategori tinggi.

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *