Bahagia Menjadi Orangtua

Posted on

Bahagiakah anda saat menjadi orangtua? Jawaban saya “Ya, saya sangat bahagia dan merasa sangat sempurna setelah menjadi orangtua”

Kalau di tanya apa kalian sudah melakukan yang terbaik bagi anak kalian, apa yang akan kalian jawab, capaian terbaik apa yang sudah dilakukan?

Sebagai orangtua, tentu kita selalu menginginkan yang terbaik bagi anak kita. Apapun akan kita lakukan untuk membuat anak tersenyum dan bahagia. Bahkan, meski nyawa taruhannya, orangtua pasti akan berusaha dengan sekuat semampunya.

Jika ditanya apa yang membuat orangtua bahagia dalam hidupnya, pencapaian apa yang terbaik yang pernah dilakukan, adalah saat anak bahagia dan bisa menggapai impiannya.

Saya adalah seorang ibu dengan putra bernama Azzam yang saat ini berusia 3 tahun, di usianya ini bobot tubuhnya sudah 23 kg dengan tinggi badan 106 cm. Bongsor, banyak yang mengatakan hal ini saat melihat anak saya bermain di sekumpulan anak-anak seusianya.

Tentu ada kekhawatiran saat melihat berat tubuh berlebih anak saya Azzam, bahkan saya sampai membatasi makan anak saya, beragam menu sehat juga saya berikan kepada Azzam, agar berat tubuhnya tidak terus meningkat.

Alhamdulillah saya banyak kesempatan mengikuti kegiatan kesehatan dan parenting dari kegiatan blogger, dan menjadi mombassador SGM. Banyak sekali informasi yang saya dapatkan.

Konsultasi dengan bidan atau dokter anak, hanya bisa dilakukan saat posyandu sebulan sekali, itupun tanpa ada solusi yang baik, karena waktu yang tidak memungkinkan. Sedangkan kalau secara pribadi konsultasi, memerlukan biaya yang tidak sedikit loh.

Setiap ada kesempatan sesi bertanya di acara kesehatan anak  atau parenting, saya pasti bertanya apakah anak saya obesitas, pola diet seperti apa yang harus saya terapkan agar anak tidak berlebih berat badannya.

Hampir semua jawaban yang diberikan adalah ” ya anak ibu over weight, tetapi bukan berarti obesitas “, massa tulang yang besar bisa juga mengakibatkan berat badan yang berlebih, saya harus lebih memperhatikan asupan kalsium untuk anak saya.

Pro dan kontra pemberian susu untuk anak di atas usia 3 tahun juga saya dapatkan di beberapa sesi seminar atau talkshow kesehatan.

Ada beberapa yang mengatakan susu itu harus diberikan sampai anak masuk usia 15 tahun, karena saat itu anak dalam masa pertumbuhan dan membutuhkan banyak asupan vitamin, mineral, kalsium dan banyak zat lainnya agar pertumbuhannya maksimal dan tinggi badannya bisa maksimal.

Ngomong-ngomong, untuk SKM saya juga tidak setuju diberikan kepada anak, baik itu batita, balita atau usia sekolah, karena saya setuju isinya sebagian besar adalah gula dan diberi perasa susu. SKM sebaiknya dipakai atau digunakan untuk tambahan rasa di makanan yang kita buat atau olesan roti saja ya.

Sedangkan, pada beberapa seminar atau talkshow yang saya hadiri mengatakan, setelah anak bisa makan seperti orang dewasa atau di usia 3 tahun ke atas, maka sudah tidak lagi perlu minum susu, karena semua asupan vitamin, mineral, kalsium dan banyak zat lainnya bisa didapat dari makanan yang dikonsumsi, dengan catatan penting “ibu paham mengenai nutrisi dan pintar mengolah makanan agar disukai keluarga, khusunya anak”.

Berhubung saya tidak paham ilmu gizi dan tidak pandai memasak, saya lebih memilih memberi anak saya susu, dan diberikan saat pagi, siang dan malam hari.

Kalau kalian, opsi mana yang akan dipilih dan apa alasannya. Bisa share di sini, akan sangat membantu saya sebagai referensi dalam membesarkan anak saya.

Spread the love

One thought on “Bahagia Menjadi Orangtua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *