Hari Air Sedunia 2018 – Mungkinkah Indonesia Bebas Banjir dan Kemarau?

Posted on

“Atau alam mulai enggan
Bersahabat dengan kita
Coba kita bertanya pada
Rumput yang bergoyang”

Hari Air Sedunia 2018 – Mungkinkah Indonesia Bebas Banjir dan Kemarau?. Sepenggal bait dari lagu Ebiet G. Ade dengan judul “Berita Kepada Kawan” menjadi gambaran dari banyaknya bencana alam yang menimpa alam Indonesia saat ini. Meskipun saya sampai saat ini tidak secara langsung terkena dampak dari bencana alam, tetapi ikut merasa sedih dan prihatin kepada mereka yang terkena bencana.

Ironis saat melihat bencana banjir dan tanah longsong makin banyak terjadi belakangan ini, banjir bandang di kawasan Cicaheum – Bandung 3 hari lalu (20/03/2018) atau di Mamuju (22/03/2018) yang menyebabkan korban jiwa dan juga harta benda. Bersama merawat air adalah salah satu solusi agar kita terhindar dari musibah ini.

hari air sedunia 2018
Banjir Bandang (foto : okezone.com)

Sedih sekali saat mendengar dan melihat beritanya di televisi, namun ada rasa syukur yang mendalam karena keluarga yang tinggal di Bandung ternyata tidak terkena dampak dari bencana ini.

Hari Air Sedunia 2018

Tahukah kalian kalau tanggal 22 Maret di peringati sebagai Hari Air Sedunia atau World Water Day?  Inisiatif peringatan ini di umumkan pada Sidang Umum PBB ke-47 tanggal 22 Desember 1992 di Rio de Janeiro, Brasil.

Kampanye Hari Air Sedunia tahun ini adalah “Solusinya ada di alam” atau “The Answer is in Nature”, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kita semua bahwa alam memiliki solusi dalam mengurangi krisis terkait air di dunia seperti banjir, kekeringan dan polusi air. Melalui kegiatan Bincang Air ini, Danone-AQUA bermaksud mengajak teman-teman blogger untuk bersama-sama belajar tentang apa yang bisa kita lakukan untuk melestarikan air.

hari air sedunia 2018 10
Selamat Hari Air Sedunia 2018

Membangkitkan perhatian publik akan pentingnya air bersih bagi kehidupan semua makhluk hidup di bumi dan usaha penyadaran untuk pengelolaan sumber-sumber air bersih yang berkelanjutan adalah harapan dan misi dari Danone-AQUA.

Tidak ada satupun makhluk hidup di muka bumi ini yang tidak membutuhkan air, bahkan 90% bagian dari tubuh manusia merupakan cairan, dan apabila terjadi dehidrasi bisa mengakibatkan otak tidak berfungsi dengan baik.

Tetapi kenapa kita selalu lupa untuk menjaga kelestarian air dengan membuang sampah sembarangan, mencemari air dengan bahan kimia, bahkan menebang pohon seenaknya tanpa ada kesadaran menanam kembali.

hari air sedunia 1
PT. Tirta Investama AQUA Babakan Pari

“Bincang Air” Bersama Danone-AQUA

Dalam memperingati Hari Air Sedunia di tahun 2018 , saya berkesempatan mengikuti rangkaian “Bincang Air” bersama Danone-AQUA, juga melakukan kunjungan langsung ke Pabrik PT. Tirta Investama AQUA di Cidahu, Cicurug Sukabumi.

hari air sedunia 2
Arif Mujahidin, Corporate Communications Director Danone Indonesia.

Bertemu dengan Bapak Arif Mujahidin selaku Corporate Communications Director Danone Indonesia, sebelum melakukan kunjungan ke Kubang (jalur pipa sumber 2), tempat konservasi Water Pond dan Pemanen Air Hujan binaan Danone-AQUA.

Saya jadi memahami betapa Danone-AQUA sangat peduli dengan pelestarian alam terutama air, karena ternyata Danone-Aqua tidak mengambil air dari sembarang sumber mata air, dan tidak sampai merusak mata air dalam setiap produksi Air Mineral Dalam Kemasan (AMDK).

hari air sedunia 3
Karyanto Wibowo, Sustainable Development Director Danone Indonesia.

Bapak Karyanto Wibowo, selaku Sustainable Development Director Danone Indonesia memberikan paparan tentang pentingnya air bagi kehidupan.

Faktanya 70% bumi terdiri dari air, dimana 1% air ada di permukaan, 97 %nya adalah air laut, 3%nya air tawar yang bisa digunakan langsung oleh semua makhluk hidup dan 20%nya merupakan air serapan yang perlu diolah dengan bijaksana sebelum bisa dipakai oleh kita.

Jumlah air akan selalu sama sejak terbentuknya, permasalahan banjir dan kekeringan akibat kemarau adalah akibat dari kurang mampunya kita sebagai manusia dalam mengolah air. Selain itu perilaku buruk yang tidak menghargai alam juga menjadi faktor rusaknya sumber air di bumi.

Sebagai manusia yang berakal dan memiliki teknologi, kita harus bisa mengolah air dengan bijaksana tanpa merusak alam dan apalagi ekosistem.

Mendapat penjelasan mengenai Peta Watershed atau Daerah Aliran Sungai (DAS), dan topik dasar tentang DAS, karakteristik DAS dan Siklus Air yang menjadi acuan bagi peneliti Danone-Aqua dalam melakukan konservasi air.

hari air sedunia 8
Kubang, Jalur Pipa Sumber 2

Mengelola air yang berasal dari hasil resapan dengan membangun Jalur Pipa Sumber adalah hal yang dilakukan Danone-AQUA dalam mengisi setiap botol AQUA dengan sumber air mineral yang terbaik.

Danone-AQUA membangun infrastruktur dengan tujuan konservasi (grey infrastructure) bekerjasama dengan LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) IPB Bogor mengembangkan permodelan Soil Water Analysis Tools (SWAT) di Hulu Sub DAS Citatih, Mekarsari, Sukabumi.

Konservasi yg dilakukan Danone-AQUA di wilayah Mekarsari dan Babakan Pari, Sukabumi:
1. Penanaman 580.000 pohon di delapan desa.
2. Pembuatan kolam resapan air (Water Pond).
3. Pembangunan Pemanen Air Hujan (PAH).
4. Pembuatan DAM resapan air.
5. Pembuatan Sumur Resapan Inovatif.

Water Pond atau kolam resapan air dibangun pada wilayah yang terkadang tanahnya tidak mendukung untuk penyerapan air secara langsung, inilah salah satu pemicu dari bencana longsor karena air langsung mengalir ke laut tanpa ada penyerapan ke dalam tanah.

Dengan dibangunnya Water Pond, ketersediaan air tanah akan terus lestari dan terjaga terutama bagi sumber air bersih produk Air Mineral Dalam Kemasan.

hari air sedunia 4
Pembuatan Kolam Resapan Air (Water Pond).

Air Hujan ternyata bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi dengan syarat sudah melalui filtrasi terlebih dahulu. Pada wilayah pegunungan dengan curah hujan yang tinggi seringkali masyarakatnya tidak memanfaatkan air hujan yang melimpah.

Dengan Pembangunan Pemanen Air Hujan (PAH), fasilitas umum maupun rumah warga bisa tercukupi kebutuhan air bersihnya tanpa harus membeli. Bahkan dengan tiga tingkat filtrasi, air yang dihasilkan bisa langsung di konsumsi atau diminum tanpa khawatir terkena diare.

hari air sedunia 11
Panen Air Hujan (PAH) yang langsung ditampung dan melalui 3 kali penyaringan, bisa langsung di pakai untuk kegiatan masyarakat.

Pembuatan sumur resapan inovatif menurut saya akan sangat bermanfaat kalau bisa di terapkan di kota Bekasi dan juga DKI Jakarta, sehingga bisa mengurangi banjir saat musim hujan datang dan meminimalisir kekeringan air di saat musim kemarau.

hari air sedunia 6
Sumur Resapan Inovatif yang cocok diterapkan untuk kondisi alam yang tanahnya tidak mampu menyerap air dengan cepat.

Danone-AQUA memiliki konservasi air dengan nama Taman Kehati Mekarsari yang memberi banyak manfaat kepada masyarakat sekitar pabrik di kawasan Mekarsari, Sukabumi.

hari air sedunia 7
Konservasi Alam Taman Kehati Mekarsari

Konservasi alam dengan manfaat perlindungan terhadap sumber daya hayati dan pelestarian air membuat wilayah sekitar pabrik sangat asri.

Hari Air Sedunia semoga bisa membuat masyarakat Indonesia bisa merubah perilaku dalam menggunakan air, sehingga keberadaan air bersih bisa terus dirasakan oleh anak cucu kita di masa mendatang.

Saat masyarakat Indonesia di setiap lapisan masyarakat, di kota maupun di pelosok desa, di pesisir pantai maupun di pegunungan bisa menghargai alam juga melestarikan air, merawat dan menjaganya saya rasa Indonesia akan terbebas dari bencana alam seperti banjir dan kemarau.

hari air sedunia 2018 12
Berfoto bersama di Kubang tempat Jalur Pipa Sumber.
Spread the love

12 thoughts on “Hari Air Sedunia 2018 – Mungkinkah Indonesia Bebas Banjir dan Kemarau?

  1. Tapi sungai dikampung saya mengering karena tersedot pabrik air. Dulu sewaktu kecil ,saya mandi dikali, kini..airnya surut sekali.
    Coba seandainya pabrik itu perduli semisal Danone-AQUA.

  2. Saking cinta nya Ama air, aku sampai kasih nama anak pertama ku air loh mbak… Air Nakhla adinata…
    Yup air itu amat penting buat keberlangsungan umat manusia jadi kita harus bijak dalam menggunakannya

  3. Penting banget edukasi di daerah-daerah yang rawan banjir karena hutannya digunduli. Penduduk di sana yang menebang pohon sembarangan, jadinya saat hujan ga ada pohon yang menahan aliran air. Efeknya kena ke mereka sendiri 🙁

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *