Mata Sehat dengan Lampu Philips

Posted on

Semangat pagi, selamat beraktivitas teman-teman, pernah menonton film kartun dua anak kembar yang tinggal dengan kakak dan neneknya? Pasti familiar ya, ini adalah tontonan kesukaan anak saya.

Ada satu episode yang membuat saya mulai memikirkan kesehatan mata keluarga. Ternyata kesehatan mata sudah harus di periksa saat anak berusia tiga tahun loh. Untuk mengetahui apa mata anak normal atau memiliki gangguan.

Kalau kita telat menyadari gangguan yang dialami mata anak kita, bisa berdampak buruk loh bagi perkembangan dan kecerdasannya nanti. Anak akan menggunakan kacamata untuk membuat pengelihatannya lebih baik, itu bisa membuat anak kesulitan untuk konsentrasi saat belajar.

Selain karena faktor bawaan sejak lahir, gangguan kesehtan mata bisa diakibatkan karena faktor pencahayaan di rumah, di sekolah maupun akibat paparan sinar biru dari gadget.

Jakarta, 26 Oktober 2017, saya mendapat kesempatan hadir dalam Talk Show yang diadakan oleh Philips Lighting “Dampak Pencahayaan LED berkualitas ‘Eye Comfort’ Bagi Kesehatan dan Kenyamanan Mata”.

Talk Show Philips Lighting

Dengan pembicara
* Rowena Lee
General Manager and Senior Vice President Business LED lamps, Global Business Group LED, philips Lighting
* dr. gitalisa Andayani, Sp.M(K)
Humas Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami)
*Teuku Rinaldi
Lighting Designer & Consultant

Perawatan mata sering diabaikan, namun memiliki dampak besar dalam kehidupan

Sebagai bagian dari kampanye Philips LED EyeComforts, Philips membuat lampu yang nyaman untuk mata, tanpa kedipan dan dengan cahaya yang tepat, optimal bagi mata.

Rami Hajjar, Country Leader Philips Indonesia membuka talk show dengan kata sambutan dan beberapa fakta yang ditemukan oleh Philips Lighting, yang memicu untuk menghadirkan lampu spesial dan terbaik yang nyaman bagi mata.

Philips Lighting ungkapkan hasil penelitiannya, bahwa berdasarkan penelitian global yang baru, menunjukkan bahwa kita belum cukup serius dalam memperhatikan mata, dan tanpa kita sadari malah terus membebani kinerja mata.

Berikut hal-hal yang kurang kita perhatikan dan mengakibatkan mata rusak :

  1. Kita lebih peduli pada mengelola berat badan, tingkat stress dan kebugaran dibandingkan kesehatan mata.
  2. Dua pertiga dari responden yang di survey  (66%) tidak melakukan pemeriksaan mata secara berkala.
  3. Banyak orang, dewasa maupun anak-anak menghabiskan waktunya rata-rata lebih dari enam jam di depan televisi, komputer dan gadget. Mengakibatkanblebih dari setengahnya (56%) mengalami efek samping ketegangan mata.
  4. Saat ini  hanya dua dari lima orang (42%) memilih pencahayaan yang bersahabat bagi mata.

Rowena Lee, General Manager and Senior Vice President Business Lamps, Global Business Group LED, Philips Lighting mengumumkan temuan yang menunjukkan bahwa orang dewasa di seluruh dunia kurang memperhatikan mata mereka, dan juga anggota keluarga, terutama anak-anak

Seperti yang ada pada iklan lampu Philips LED, anak-anak usia sekolah sangat membutuhkan penerangan yang baik saat belajar. Jika mereka harus belajar di bawah lampu yg berkedip atau pencahayaan berlebih, bisa mengganggu kinerja mata. Bahkan bisa merusak mata dan mengakibatkan myiopia.

Rowena Lee menjelaskan “Kualitas pencahayaan tidak hanya terkait dengan masa pakai yang lama, tapi juga sangat penting untuk memastikan mata kita tidak lelah dan terasa nyaman,” selain itu sangat penting bagi kita dalam memilih lampu LED berkualitas tinggi yang tidak berkedip, sehingga nyaman saat berada di ruangan yang diterangi lampu tersebut.

dr. Gitalisa Andayani Sp.M(K) yang mewakili Persatuan Dokter Mata Indonesia mengatakan “Kita perlu meningkatkan kepedulian pada masyarakat Indonesia akan pentingnya melakukan pemeriksaan mata secara berkala, untuk mencegah gangguan mata. Bahkan pemeriksaan mata menjadi semakin penting bila kita memiliki faktor resiko usia, diabetes, dan riwayat penyakit mata dalam keluarga, contohnya seperti glaukoma.”

Kita semua harus meluangkan waktu untuk beraktifitas di luar ruangan setiap harinya, bukan hanya untuk anak-anak, tetapi juga orang dewasa. Semua ini untuk menghindari mata kita terkena miopia atau rabun jauh. Selain itu, pola hidup sehat, tidak merokok, menghindari paparan sinar UV-B dan juga menggunakan pelindung mata saat bekerja, untuk menghindari cedera.

Teuku Rinaldi, Lighting Designer & Consultant mengatakan, “Dalam dunia desain, pencahayaan di dalam ruangan sangat diutamakan, lampu dengan pencahayaan yang baik sesuai dengan besarnya ruangan juga sangat diperhatikan, agar kenyamanan mata bisa terjaga. Dan ini semua bisa diberikan oleh Philips Lightning LED Eye Comfort.”

Saya juga berkesempatan melihat perbandingan dari lampu LED merk lain dengan Philips Lightning LED, terbukti lampu LED philips tidak berkedip, tidak merubah cahaya ruangan atau memberi efek warna asli ruangan, dan memberi bias cahaya yang membuat mata lelah.

Usai diskusi, semua pembicara, MC, Mr.Rami Hajjar dan perwakilan dari Philips Lightning berfoto bersama.

Alhamdulillah bawa pulang lampu Philips LED dan langsung dipasang di ruang tengah keluarga, terasa sekali perbedaannya saat memakai lampu biasa dengan lampu Philips LED, meski mahal memang harga dari setiap lampunya. Tetapi dengan watt yang rendah dan daya tahan sampai 5 tahun, bagi saya ini sudah terbaik.

Apa lampu pilihan kalian di rumah saat ini, sudahkah memilih lampu yang nyaman untuk mata?

Spread the love

12 thoughts on “Mata Sehat dengan Lampu Philips

  1. Sekarang banyak.loh anak.kecil usia batita tp sdh pakai kacamata tebal.. Seringnya melototin gadget sampai lama dan kurangnya kepedulian terhadap kesehatan mata membuat gangguan kesehatan mata meningkat. Milih lampu juga hrs tepat dan nyaman utk mata loh.

  2. Ternyata lampu juga berpengaruh ke penglihatan atau mata kita ya. Emang sebaiknya sih kita pakai lampu yang ramah dengan mata yang cahayanya tidak terlalu terang dan malah menyilaukan. Makasih sharingnya ya.

  3. Bagi satu dong lampu philipsnya, Mbak. Lumaya buat di kamar kost-an ane. hehehe. Apa yang ditawarkan Philips kali, meski ane tahu kabarnya lewat iklannya di televisi, ane jadi kagum sama salah satu market-leader produk ‘bohlam’ ini. hehehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *