Menjadi Ibu Sadar Nutrisi Demi Mewujudkan Generasi Emas 2045

Kita bahas lagi tentang kesehatan keluarga yuk, karena pembahasan yang satu ini sudah pasti menjadi prioritas kita sebagai orang tua. Dan banyak yang bisa kita kupas di pembahasan yang satu ini.

Sudahkah kita memberikan nutrisi dan gizi terbaik untuk seluruh anggota keluarga? Masihkah kita menjadi korban iklan yang menyatakan produk mereka terbaik dan memberi kandungan nutrisi terbaik?

Mari kita mulai untuk lebih memperhatikan asupan gizi dan nutrisi bagi keluarga, agar kita bisa mewujudkan #GenerasiEmas2045. Loh, kenapa mesti jauh-jauh memikirkan generasi emas tahun 2045?

Karena dikhawatirkan generasi di tahun 2045 mengalami krisis gizi, dari kurangnya nutrisi ataupun kelebihan gizi yang mengakibatkan obesitas.

Kalau hal ini terjadi, pasti sudah terbayang apa yang akan terjadi. Indonesia tidak lagi memiliki generasi emas, dan banyak hal nuruk bisa terjadi.

Jakarta, 11 September 2017, saya menghadiri acara Blogger Meeting bersama Parenting Blogger dengan tema “Mari Menjadi Ibu Melek Nutrisi demi Mewujudkan Generasi Emas 2045”

Hadir dalam acara forum diskusi ini sebagai narasumber yaitu :

  • DR.IR. Dwi Hastuti, MSC, selaku Kepala Divisi Perkembangan Anak, Departemen IKK, FEMA, IPB dan Pengelola Labschool Pendidikan Karakter IPB,
  • Prof. DR.IR. Dodik Briawan, selaku Peneliti di Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan Teknologi Pangan dan Pertanian Asia Tenggara dan Nutritionist
  • Natalya Kusumawati, selaku peneliti dalam penganalisa label dari Yayasan  Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)
  • Kristin Samah, sebagai moderator dari Komunitas Kopi Kebaya dan Buku

Dengan pendiri Komunitas Kebaya Kopi dan Buku, ibu DR. IR. DWI HASTUTI, MSC dan ibu Kristin

Membahas mengenai pentingnya anak mendapat edukasi pertamanya di meja makan, kenapa harus di meja makan? Karena disinilah keluarga berkumpul, menikmati menu makanan sehat, saling berkomunikasi, belajar tatakrama, etika, dan sopan santun.

Mari memulai untuk edukasi makan dengan asupan gizi yang bernutrisi dan pola makan yang benar, agar anak tumbuh menjadi generasi Emas.

Di meja makan, ibu belajar memenuhi nutrisi dan gizi terbaik bagi keluarga. Ayah mengajarkan pentingnya bekerja keras agar anak kelak tidak malas. Anak belajar menghormati kedua orang tuanya.

Apabila meja makan bisa menjadi sekolah pertama bagi anak, kelak saat tumbuh remaja dan dewasa, anak memiliki mental dan kepribadian yang kuat, tidak mudah terpengaruh pada hal buruk dari lingkungan sekitar.

Prof. Dodik Briawan, ahli gizi dari SEAFAST CENTER IPB

Bersama Prof. Dodik Briawan, ahli gizi dari SEAFAST CENTER IPB
Membahas gizi yang seimbang antara kebutuhan dan asupan yang masuk ke dalam tubuh.

Asupan yang seimbang dan sesuai kebutuhannya berlaku saat manusia masih janin, bayi, balita, remaja, hingga dewasa maupun saat sudah menjadi tua.

Ibu, jaga selalu ya semua asupan gizi dan nutrisi bagi seluruh anggota keluarga di rumah.

Bapak Syahrizal dari tim penggerak PKK Pusat dan Natalia dari YLKI

Natalia dari YLKI memberi ilmu mengenai hak dan kewajiban konsumen terhadap produk yang beredar di masyarakat

Perhatikan selalu label pada produk, jangan lengah dengan tulisan komposisi kandungan produk di kemasan. Meski kecil, kita harus sigap dan selalu memperhatikan yang satu ini.

Apa produk yang kita sediakan untuk keluarga sesuai dengan peruntukannya, apakah anak usia balita bisa mengkonsumsinya atau tidak.

Cek selalu kandungan produk, bisa kita lakukan dengan membuka website BPOM. Jangan karena iklan menaril yang diputar terus menerus di tv, kita tersesat dan membahayakan kesehatan keluarga.

Kok bisa? Hal ini sering terjadi loh, ingat iklan SKM (Susu Kental Manis) yang beredar di semua media cetak, televisi, radio bahkan media sosial? Satu keluarga sarapan sehat dengan roti dan segelas susu SKM.

Kalau di perhatikan, apa bagusnya sarapan seperti itu. Nutrisi dan gizi apa yang kita beri untuk keluarga, apa iya ibu tega memberi protein dan gula saja untuk sarapan ayah yang akan bekerja seharian, anak yang akan belajar di sekolah?

SKM menurut penelitian hanya terdiri dari 60% gula, sisanya air dan perasa susu. Ini tidak baik bagi tubuh loh.

Selain itu, pemberian mie instan, minuman kaleng, bubuk gula dalam kemasan sachet yang dikemas manis, semua hanya pemicu diabetes dan kerusakan ginjal bagi keluarga.

Bapak Syahrizal dari tim penggerak PKK Pusat memberi informasi bagaimana ibu-ibu harus lebih aktif dalam PKK dan peduli gizi anak.

Nutrisi dan gizi anak adalah tombak dari terwujudnya Generasi Emas 2045. Ayo kita mulai menjadi ibu melek nutrisi demi kesehatan dan masa depan yang lebih baik bagi generasi Indonesia masa depan.

#savegenerasiemas2045
#kebayakopidanbuku
#SKMbukanminumansusu
#SKMuntukbahanmakanan
#BloggerMeeting
#ParentingBlogger
#SaveGenerasiEmas
#MasaDepanLebihBaik

7 Replies to “Menjadi Ibu Sadar Nutrisi Demi Mewujudkan Generasi Emas 2045”

  1. Menjadi ibu milenial harus cerdas dan tepat dalam memberikan asupan gizi untuk buah hati. Jgn sampai anak menjadi picky eater dan pemilih makanan karena ibu tidak memperkenalkan makanan bervariasi dan gizi berimbang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *