Edukasi Anak di Era Milenial

Selamat pagi teman-teman, bagaimana kabar kalian hari ini. Apa yang sudah bisa si kecil lakukan di usianya saat ini, sudahkah mereka diperkenalkan dengan gadget?

Di era milenial saat ini, anak usia bulanan saja sudah bermain dengan gadget ya? Tapi saya belum memperkenalkan gadget secara langsung pada anak saya sampai usianya 3 tahun.

Maksud hati sih, ingin lebih memperkenalkan anak kepada lingkungan dan alam, jadi saya menunda untuk memperkenalkan gadget pada anak.

Tetapi saya kecolongan, saat anak saya masuk BimBa ternyata orang tua teman anak saya semua sudah memperkenalkan gadget, dan saat menunggu jam masuk kelas, mereka di beri gadget agar diam dan tidak berlarian kesana-kemari.

Melihat teman-temannya asik dengan permainan di handphone, anak saya pun mulai bertanya dan bereksplorasi dengan handphone saya.

Dan kekhawatiran saya pun terjadi, saat saya pergi dan menitipkan anak saya kepada orang tua saya, anak saya diberi handphone untuk bermain.

Sejak saat itu anak saya, Azzam tertarik dengan semua handphone yang tergeletak, dan mulai pintar mencoba berbagai fitur yang ada di dalamnya.

Sudah tentu rasa khawatir saya tidak berlebihan, melihat banyak anak-anak yang menjadi seperti zombie , tempramen dan jadi acuh pada hal selain gadget.

Alhamdulillah, ada beberapa pencipta game yang melakukan inovasi dan menciptakan suatu game yang mendidik dan memberi edukasi agama bagi anak-anak.

Game Edukasi Anak Milenial

Game Anak Sholeh: Alternatif Edukasi Islam
yang Menyenangkan

Jakarta, 20 September 2017 – Kemajuan teknologi yang semakin pesat membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan termasuk perkembangan anak. Tak dapat dipungkiri bahwa di era digital ini, banyak anak terpapar oleh penggunaan gadget seperti tablet ataupun handphone.

Sudah bukan hal yang asing lagi melihat anak-anak asyik menonton video dan bermain game bersama teman, orangtua atau pengasuhnya.

Realita ini tak seharusnya dipandang sebagai sesuatu yang negatif. Ada kalanya sebagai orangtua di zaman modern ini, kita perlu memahami terobosan baru dalam bidang teknologi dan memanfaatkannya untuk edukasi pada anak.

Salah satunya melalui permainan atau game yang bisa membangkitkan rasa ingin tahu serta kreatifitas anak.
Seperti yang dijelaskan Firesta Farizal, psikolog sekaligus Direktur Mentari Anakku, “Banyak efek positif yang didapatkan dari bermain game.

yang berdiri, Firesta Farizal, psikolog sekaligus Direktur Mentari Anakku

Asalkan dapat disesuaikan dengan perkembangan usia anak, tidak mengandung unsur kekerasan dan SARA, memberikan edukasi serta melibatkan interaksi dengan orangtua.”

Melihat tantangan ini, Agate sebagai pengembang game terdepan di Indonesia, menyediakan aplikasi permainan berbasis edukasi dan hiburan. Salah satunya adalah “Game Anak Sholeh” yang sarat akan nilai-nilai Islami dan dikemas dalam sebuah cerita yang menghibur. Game ini dapat membantu orangtua dalam mengenalkan pendidikan dasar agama Islam meliputi pengenalan huruf hijaiyah, doa harian, surat pendek, tutorial sholat, kisah nabi dan rasul, serta pengetahuan Islam lainnya.

Game ini juga jauh dari kata membosankan dengan adanya variasi konten dan mini games edukatif. Selain itu beberapa karakter di dalamnya juga turut memperkaya cerita seperti Ali si bocah laki-laki yang periang dan teman-temannya yaitu Jana, Abro, Danis serta Muza makhluk mirip kucing yang lucu nan menggemaskan.

Semua konten dalam Game Anak Sholeh telah diatur sedemikian rupa, supaya game ini aman dimainkan untuk anak. Termasuk dengan tidak adanya iklan di dalam aplikasi, agar anak lebih bebas berpetualang saat sedang bermain game.

Ada pula aplikasi pendamping untuk orangtua yaitu Parent Apps Sholeh yang terhubung dengan Game Anak Sholeh.
Game ini dapat menjadi alternatif edukasi Islam yang menyenangkan bagi para orangtua yang hanya memiliki waktu terbatas karena tuntutan pekerjaan, terutama yang tinggal di kota penuh kemacetan seperti Jakarta.

Minimnya interaksi bersama buah hati dapat diatasi dengan bermain bersama Game Anak Sholeh yang dapat dengan mudah diunduh di playstore.
“Melihat kenyataan di lingkungan terdekat, di mana anak dan orangtua masing-masing sibuk dengan gadgetnya sendiri.

Untuk itu, Agate tergerak untuk menghadirkan solusi berupa permainan yang tetap mengedepankan adanya interaksi satu sama lain. Game Anak Sholeh ini, menjadi jembatan orangtua untuk mengenalkan nilai-nilai islami sejak dini dengan cara yang sederhana dan menyenangkan,” ungkap Wiradeva Arif Kristawarman, CO-Founder Agate.

Wiradeva Arif Kristawarman, CO-Founder Agate.

Salah satu orangtua millennials yaitu Zaskia Adya Mecca, mengungkapkan kerinduannya akan permainan yang memberikan pengetahuan anak dan bukan sekedar kesenangan semata. “Saya merasa sangat senang dengan adanya Game Anak Sholeh, karena saya bisa mengajarkan nilai-nilai agama sambil bermain bersama Sybil dan Kala.

Dengan bermain game ini, tanpa disadari mereka juga menyerap suatu ilmu. Sybil paling suka main puzzle hijaiyah, buatnya permainan ini sangat menantang dan melatihnya dalam menghafal doa serta surat pendek,” tutur istri dari Hanung Bramantyo ini.
www.sahabatsholeh.com

Tentang Agate
Agate merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pengembangan game multi platform (web, mobile games dan PC). Agate didirikan oleh Arief Widhiyasa beserta kawan-kawan pada 2009 yang berkantor pusat di Bandung.
Dengan motto “Live the Fun Way” Agate telah berkembang dari sebuah studio kecil menjadi salah satu perusahaan pengembang game terbesar di Indonesia yang memiliki berbagai macam produk dan service untuk pasar lokal dan internasional. Saat ini Agate telah menciptakan lebih dari 200 game dan memiliki 90 kru yang beroperasi di 3 negara yaitu Indonesia, Singapura dan Malaysia.
www.agate.id

10 Replies to “Edukasi Anak di Era Milenial”

  1. Dulu sekitar 2009 saat saya masih guru TK, di sekolah dijual game vcd bertemakan anak sholeh.
    Nggak nyangka sekarang lewat hp pun bisa main game anak soleh, zaman sekarang canggih, semua serba mudah.
    Simpel ni, game anak soleh tinggal diunduh di play store.

  2. Sebaiknya selama bermain didampingi orang tua dan tetap diajak berinteraksi. Terima kasih infonya, Mbak. Bisa buat Alternatif game untuk SID.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *